Ratna, begitu orang – orang biasa memanggilku. Aku adalah seorang siswi di salah satu SMA Negeri di Kota Solo. Aku pun senang mendengarkan musik. Dan pada suatu malam….. Baru saja berakhir, hujan di sore ini Menyisakan keajaiban, kilauan indahnya pelangi Tak pernah terlewatkan, dan tetap mengaguminya Kesempatan seperti ini, tak akan pernah bisa dibeli Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya Lawan keterbatasan, walau sedikit kemungkinan Tak akan menyerah untuk hadapi, hingga sedih tak mau datang lagi Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya Janganlah berganti…. Janganlah berganti…. Tetaplah seperti ini…. Janganlah berganti…. Janganlah berganti…. Tetaplah seperti ini…. Baru saja kudengar lantunan lagu yang berjudul “Sahabat Kecil” dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Ipang. Lagu tersebut menjadi soundtrack sebuah film berjudul “Laskar Pelangi” yang mengisahkan tentang persahabatan. Dan lagu tersebut mengingatkanku kepada sahabat terbaikku yang bernama Arya. Aku mengenalnya ketika aku masih berumur kurang lebih 11 tahun, saat aku masih kelas 5 SD. Pada waktu itu, dia adalah seorang murid pindahan dari daerah Sragen. Kemudian saat aku duduk di kelas 2 SMP, aku mulai menjalin persahabatan dengannya. Terkadang aku menceritakan semua masalah yang sedang ku alami kepadanya,dan dia selalu membantuku, tidak lupa dia selalu memberikan saran terbaik agar aku dapat menyelesaikan masalahku. Begitu pula dia terkadang menceritakan masalah yang sedang dia alami. Dia sahabat yang baik dan setia. Sayangnya, saat kami naik kelas 3 SMP, aku dipindah kelas dari kelas D ke kelas B, sehingga kami sudah tidak satu kelas lagi. Walaupun begitu, kami tetap bersahabat. Tidak terasa, Ujian Akhir Sekolah pun tiba. Pada hari ke dua Ujian Akhir Sekolah, kabar mengejutkan datang darinya. Saat itu kurang lebih jam 12 malam, tiba – tiba handphoneku berbunyi dan ternyata Arya mengirim sms untukku. Dari : Arya Rat,, Untuk : Arya Ada apa, Ar?? Dia kemudian membalas… Dari : Arya Aku kangen sama kamu.. Untuk : Arya Iya… aku juga kangen sama kamu. Udah lama ya, kita nggak ketemu. Udah malem gini, kok kamu belum tidur? Kamu lagi ngapain? Dari : Arya Aku nggak bisa tidur, Rat… Ini aku masih dirawat sama ayahku. Untuk : Arya Dirawat??? Emangnya kamu kenapa??? Dari : Arya Lhoh??? Emangnya kamu belum tau ya??? Aku kecelakaan, Rat… Aku dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo kamar Anggrek nomer 1. Keadaanku lumayan parah. Tadi kesrempet mobil waktu perjalanan pulang dari sekolah. Gigi depanku patah semua. Tulang rahang bawahku, juga ada yang retak. Dan mulutku dapet 8 jaitan dari dokter. Setelah mendapat kabar darinya, aku benar – benar terkejut. Tidak ku sangka sahabatku mendapatkan musibah. Padahal beberapa hari sebelumnya, aku sempat memimpikannya. Di mimpiku, dia menangis di depanku, entah ada masalah apa. Mungkin itu sebuah firasatyang aku rasakan, namun sayang aku tidak menyadarinya. Kemudian ku balas sms darinya… Untuk : Arya Aduh…. Kok bisa sih??? Maaf banget, aku nggak tau kalo kamu kecelakaan… nggak ada yang kasih tau aku, tentang kamu… Ya sudah, lebih baik kamu istirahat aja dulu, biar keadaanmu agak baikan. Dari : Arya Iya… Makasih ya, Rat… Jangan lupa, disempetin jenguk aku di rumah sakit ya… Untuk : Arya Iya… Pasti Ar,, Met malem… Pagi hari saat mengerjakan soal Ujian Akhir Sekolah, aku sama sekali tidak bisa konsentrasi ke soal di depanku. Aku masih memikirkan bagaimana keadaan Arya. Satu minggu berlalu, aku telah menyelesaikan Ujian Akhir Sekolahku dan aku pun belum menjenguk Arya di rumah sakit. Aku sangat merasa bersalah dan aku sempat berpikir, “ Sahabat macam apa aku ini? Arya sedang dirawat di rumah sakit, namun sebagai sahabat terdekatnya, aku belum juga bisa menjenguknya.” Sepulang dari sekolah, aku pergi menjenguk Arya. Sesampainya di sana, aku bisa melihatnya terbaring di atas tempat tidur rumah sakit, dengan tubuh penuh luka, terutama wajahnya. Tak lupa dengan selang infus ditangannya. Dia terlihat sangat senang ketika melihat kedatanganku. “ Maaf ya, Ar. Aku baru bisa datang menjenguk,” kataku kepadanya. “ Ah, nggak apa – apa, Rat. Aku ngerti, kamu pasti sibuk.” dijawabnya sambil tersenyum. “ Bagaimana keadaanmu? Udah agak baikan?” “ Ya, Alhamdulillah, Rat. Tapi aku masih belum boleh makan nasi. Rahangku yang abis dioperasi ini nggak boleh kena makanan dulu, biar nggak kena kuman. Soalnya ntar kalo kena kuman, rahangku bisa infeksi.” “ Ouuhh… Trus, selama ini kamu makan apa aja?” tanyaku. “ Aku hanya boleh minum susu pengganti nasi dan makanan yang cair – cair gitu deh.” jawabnya dengan muka masam. “ Waduh….. Parah banget ya…” “ Iya.” Tiba – tiba dia diam sejenak, lalu berkata, “ Rat, aku pengen cakep kaya dulu lagi… Kira – kira luka di wajahku ini bisa ilang bekasnya, nggak ya???” Terharu aku mendengar perkataannya lalu aku menjawab, “ Insya Allah bisa Ar. Kamu mungkin harus rajin facial muka, biar mukamu bisa balik seperti dulu.” “ Hmmm… Iya deh.” Tak lama kemudian, aku berpamitan pulang. “ Ar, Aku pulang dulu ya.” “ Jangan dulu, Rat. Temenin aku sebentar lagi ya…” katanya dengan wajah memelas. “ Hmmm… baiklah. Kalo begitu aku akan menemanimu dulu.” kataku. “ Makasih ya, Rat.” katanya dengan wajah yang langsung berubah berseri – seri. Kebetulan di kamar rumah sakit tersebut, ada sebuah televisi, dan kami melihat televisi bersama. Saat hari sudah mulai beranjak sore, aku berpamitan pulang. Dia mengizinkan aku pulang, walaupun sepertinya dia sedih melepas kepergianku. Sebelum aku pulang, aku sempat berkata kepadanya, “ Tenang aja, Ar. Aku bakal tetep ada disamping kamu, saat kamu lagi butuh aku.” Dia pun tersenyum setelah aku mengatakan hal tersebut. Beberapa bulan kemudian, keadaan Arya sudah mulai kembali seperti dulu. Bekas luka di wajahnya pun, sudah tidak terlalu terlihat lagi. Kami sekarang sudah duduk di bangku SMA. Aku masuk ke SMA yang aku inginkan, begitu juga Arya. Walaupun kami bersekolah di sekolah yang berbeda, kami masih sering berhubungan lewat telephone. Persahabatan kami begitu indah. Ketika aku sedang bersedih, senyum Arya bisa membuatku merasa tidak sedih lagi. Ketika aku sedang kesepian, Arya selalu menemaniku. Dan ketika aku sedang merasa bahagia, Arya ikut merasakan kebahagiaanku. Begitu pula sebaliknya. Senang bisa mengenal dirinya dan bersahabat dengannya. Aku berharap persahabatan ini tidak akan pernah berakhir dan akan menjadi persahabatan untuk selamanya. November 3, 2009