Latest Entries »

Gelombang

Gelombang adalah suatu usikan yang merambat, yang membawa energi dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan gelombang biasanya merambat melalui suatu medium. Medium adalah zat atau bahan dimana getaran merambat. Air laut adalah medium untuk gelombang laut ; tali adalah medium untuk gelombang tali ; udara adalah medium untuk gelombang bunyi. Baik zat padat, cair, dan gas dapat bertindak sebagai medium.

Gelombang yang memerlukan medium untuk perambatan getaran disebut gelombang mekanik.Untuk gelombang tertentu, medium tidak diperlukan. Getaran dari gelombang ini dapat merambat melalui ruang hampa (ruang tanpa partikel). Sebagai pengganti partikel, gelombang ini mengganggu medan listrik dan medan magnetik. Dengan alasan inilah maka gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat disebut gelombang elektromagnetik.

Gelombang menurut arahnya dibagi menjadi dua, yaitu glombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarannya dinamakan gelombang transversal. Contoh gelombang transversal adalah gelombang permukaan air, gelombang tali, dan gelombang cahaya.Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi. Sedangkan gelombang permukaan merupakan contoh dari gelombang campuran.Periode dan Frekuensi

Selang waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang disebut periode yang diberi lambang T dan dinyatakan dalam satuan sekon (s).

Banyak gelombang yang terjadi dalam setiap sekon disebut frekuensi gelombang yang diberi lambang f dan dinyatakan dalam satuan hertz (Hz).

Cepat Rambat Gelombang

Cepat rambat gelombang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh gelombang dalam selang waktu tertentu. Dalam hal ini satuan cepat rambat gelombang adalah meter per sekon ( m/s atau m.s -1 )

Peristiwa Alam Yang Melibatkan Gelombang

Peristiwa alam yang melibatkan gelombang, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Peristiwa Kilat dan Guntur
  2. Gelombang Laut
  3. Gelombang Seismic
  4. Radiasi Gelombang Elektromagnetik
  5. Gelombang Bunyi

Pemanfaatan Gelombang dari Peristiwa Alam

1. Peristiwa Kilat dan Guntur

Kilat dan guntur terjadi pada saat bersamaan di awan. Kilat dari awan disalurkan ke tanah atau awan lainnya oleh gelombang cahaya. Sedangkan guntur dari awan disalurkan ke tanah melalui gelombang bunyi. Karena cepat rambat cahaya (300 000 000m/s) jauh lebih besar daripada cepat rambat bunyi (340 m/s), maka kita selalu melihat kilat sebelum mendengar suara guntur.

Kilat mengalirkan gelombang listrik dengan kekuatan antara 10 000 hingga 40 000 ampere. Gelombang itu dialirkan ke bumi hanya melalui saluran udara sempit, tetapi bisa mencapai 30 0000 C, atau lima kali lipat lebih panas dari suhu di permukaan matahari.

2. Gelombang Laut

Gelombang laut biasa dimanfaatkan sebagai olahraga air seperti surfing, selancar angina, dan jetski. Salah satu contoh pemanfaatan pusat pembangkit listrik tenaga gelombang laut berukuran 1 MW, terdapat di Bali.

Gelombang laut yang saling berkejaran menuju ke pantai disertai dengan bunyi gemuruh yang ditimbulkannya dapat membuat hati orang yang memandangnya menjadi senang.

Selain menyenangkan dan indah, gelombang laut juga dapat mendatangkan bencana. Misalnya bencana yang pernah terjadi di Cina pada 8 September 2002. Saat itu terjadi badai angin topan yang begitu besar sehingga air di sungai Qiantangjian, 167 km sebelah tenggara Shanghai, Cina, terangkat menjadi gelombang yang begitu besar. Gelombang itu menyebabkan banyak rumah penduduk yang hancur dan 10 wisatawan asing terluka.

3. Gelombang Seismik

Peristiwa alam yang berhubungan dengan gelombang dan sering menimbulkan bencana adalah gempa bumi. Biasanya gelombang seismic berbentuk gelombang transversal.

4. Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Peristiwa alam yang setiap hari kita alami adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh sinar matahari. Radiasi ini telah dimanfaatkan dalam panel surya, yang mengkonversi energi surya menjadi energi kalor untuk memanaskan air, dan juga dimanfaatkan dalam sel surya, yang mengkonversi energi surya langsung ke energi listrik.

Radiasi gelombang elektromagnetik yang dikenal sebagai gelombang mikro (microwaves) dimanfaatkan untuk memasak makanan pada kompor microwave

5. Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi yang paling banyak dimanfaatkan dalam teknologi adalah gelombang ultrasonik. Di antaranya adalah pada peralatan USG (Ultrasonografi) untuk memeriksa kanker hati atau melihat janin.

Gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kedalaman laut atau mengetahui lokasi kawanan ikan. Keberadaaan minyak bumi dalam tanah pun dapat diketahui dengan menggunakan prinsip bahwa gelombang bunyi merambat dengan kecepatan yang berbeda saat melalui lapisan (medium) tertentu. Di sini, para ahli menggunakan sonar untuk mengetahui apa yang ada dalam lapisan tanah.

sumber : dari berbagai sumber

  1. Pahala berlipat ganda bagi para pembaca Al – Qur’an

Dari Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah bersabda :

“Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Aku tidak mengatakan Aliflammim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.“ (HR. Tirmidzi 5/16 hadist ke 910).

Orang yang membaca Al – Qur’an diberi pahala dari bacaan Aliflammim dengan 30 kebaikan.

2. Mengangkat derajat di Jannah

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Asha, dari Nabi SAW bersabda:

“Dikatakan keadaan ahli Al – Qur’an, bacalah dan keraskanlah, dan bacalah (dengan tartil) sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir hayat yang engkau baca.“ (HR Tirmidzi)

3. Syafaat bagi Shahibul Qur’an

Dari Abi Umamah berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda : Bacalah Al -Qur’an, karena sesungguhnya Al – Qur’an itu akan datang di hari kiamat ang akan memberi syafaat bagi Shahibul Qur’an“ (HR. Muslim). Oleh karena itu, dianjurkan memperbanyak membaca Al – Qur’anul Karim di bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al – Qur’an. Allah berfirman (Al – Baqarah : 185) yang artinya :  (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

4. Mempelajari Al – Qur’an dan mengajarkannya

Dari Utsman bin Affan RA, dari Rasulullah bersabda : “Sebaik – baik diantara kalian adalah yang mempelajari Al – Qur’an dan mengajarkannnya.“ ( HR. Bukhori )

5. Keutamaan berkumpul untuk membaca Al – Qur’an

Dari Abu Huraira, Rasululah bersabda : “Tidaklah suatu kaum berkumpul  di suatu rumah dari rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah dan saling belajar diantara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka. Mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat, Allah menyebut mereka pada orang (malaikat) yang ada didekatNya (shohih muslim). Pertama kali yang dinaungi Al – Qur’an adalah mereka yang berkumpul untuk membaca Al – Qur’an dan mentadaburinya. Mereka akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan jiwa.

6. Orang mahir membaca Al – Qur’an

Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda : “Orang mahir Al – Qur’an bersama Safaroh yang mulia dan baik – baik, dan orang yang membaca Al – Qur’an secara terbata – bata, sedang dia mengalami kesulitan melakukan hal itu, maka bagiannya dua pahala “ (HR. Muslim)

Dan kami tutup pembahasan ini dengan nasihat emas, yang diriwayatkan oleh Imam Dzahabi dalam Siyarul ‘Alam an Nubala dari Abi Sa’id al Khudri : “Wajib atas kamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena sesungguhnya taqwa adalah sumber segala sesuatu. Dan wajib atas kamu berjihad karena jihad itu ruhbaniyah (kependetaan) Islam. Dan wajib atas kamu dzikir kepada Allah dan membaca Al – Qur’an karena Dia adalah ruh kamu di penduduk langit dan kemuliaan kamu di penduduk bumi” (Nuzhalul Fudhalq Tandzib Siyaril ‘Alam Al Nubala 2/248).

sumber : dari berbagai sumber

Sejarah Pemilu

PEMILIHAN umum (pemilu) merupakan salah satu mekanisme demokratis untuk melakukan pergantian pemimpin. Sudah sembilan kali bangsa Indonesia menyelenggarakan pesta rakyat itu.

Pemilu di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu.

Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu.

Di tengah masyarakat, istilah pemilu lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Pemilu 1955
Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif; beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo. Dalam keadaan seperti ini, anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman.

Pemilu ini bertujuan untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante. Jumlah kursi DPR yang diperebutkan berjumlah 260, sedangkan kursi Konstituante berjumlah 520 (dua kali lipat kursi DPR) ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah.

Pemilu ini dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Namun, Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara, kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Patut dicatat dan dibanggakan bahwa pemilu yang pertama kali tersebut berhasil diselenggarakan dengan aman, lancar, jujur dan adil serta sangat demokratis. Pemilu 1955 bahkan mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan.

Yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya kesadaran berkompetisi secara sehat. Misalnya, meski yang menjadi calon anggota DPR adalah perdana menteri dan menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yang menguntungkan partainya. Karena itu sosok pejabat negara tidak dianggap sebagai pesaing yang menakutkan dan akan memenangkan pemilu dengan segala cara. Karena pemilu kali ini dilakukan untuk dua keperluan, yaitu memilih anggota DPR dan memilih anggota Dewan Konstituante, maka hasilnya pun perlu dipaparkan semuanya.

Periode Demokrasi Terpimpin.
Sangat disayangkan, kisah sukses Pemilu 1955 akhirnya tidak bisa dilanjutkan dan hanya menjadi catatan emas sejarah. Pemilu pertama itu tidak berlanjut dengan pemilu kedua lima tahun berikutnya, meskipun pada 1958 Pejabat Presiden Sukarno sudah melantik Panitia Pemilihan Indonesia II. Yang terjadi kemudian adalah berubahnya format politik dengan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sebuah keputusan presiden untuk membubarkan Konstituante dan pernyataan kembali ke UUD 1945 yang diperkuat angan-angan Presiden Soekarno menguburkan partai-partai. Dekrit itu kemudian mengakhiri rezim demokrasi dan mengawali otoriterianisme kekuasaan di Indonesia, yang ?meminjam istilah Prof Ismail Sunny– sebagai kekuasaan negara bukan lagi mengacu kepada democracy by law, tetapi democracy by decree.

Otoriterianisme pemerintahan Presiden Soekarno makin jelas ketika pada 4 Juni 1960 ia membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, setelah sebelumnya dewan legislatif itu menolak RAPBN yang diajukan pemerintah. Presiden Soekarno secara sepihak dengan senjata Dekrit 5 Juli 1959 membentuk DPR-Gotong Royong (DPR-GR) dan MPR Sementara (MPRS) yang semua anggotanya diangkat presiden.

Pengangkatan keanggotaan MPR dan DPR, dalam arti tanpa pemilihan, memang tidak bertentangan dengan UUD 1945. Karena UUD 1945 tidak memuat klausul tentang tata cara memilih anggota DPR dan MPR. Tetapi, konsekuensi pengangkatan itu adalah terkooptasinya kedua lembaga itu di bawah presiden. Padahal menurut UUD 1945, MPR adalah pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan DPR neben atau sejajar dengan presiden.

Sampai Presiden Soekarno diberhentikan oleh MPRS melalui Sidang Istimewa bulan Maret 1967 (Ketetapan XXXIV/MPRS/ 1967) setelah meluasnya krisis politik, ekonomi dan sosial pascakudeta G 30 S/PKI yang gagal semakin luas, rezim yang kemudian dikenal dengan sebutan Demokrasi Terpimpin itu tidak pernah sekalipun menyelenggarakan pemilu.

Malah pada 1963 MPRS yang anggotanya diangkat menetapkan Soekarno, orang yang mengangkatnya, sebagai presiden seumur hidup. Ini adalah satu bentuk kekuasaan otoriter yang mengabaikan kemauan rakyat tersalurkan lewat pemilihan berkala.

Pemilu 1971
Ketika Jenderal Soeharto diangkat oleh MPRS menjadi pejabat Presiden menggantikan Bung Karno dalam Sidang Istimewa MPRS 1967, ia juga tidak secepatnya menyelenggarakan pemilu untuk mencari legitimasi kekuasaan transisi. Malah Ketetapan MPRS XI Tahun 1966 yang mengamanatkan agar Pemilu bisa diselenggarakan dalam tahun 1968, kemudian diubah lagi pada SI MPR 1967, oleh Jenderal Soeharto diubah lagi dengan menetapkan bahwa Pemilu akan diselenggarakan dalam tahun 1971.

Sebagai pejabat presiden Pak Harto tetap menggunakan MPRS dan DPR-GR bentukan Bung Karno, hanya saja ia melakukan pembersihan lembaga tertinggi dan tinggi negara tersebut dari sejumlah anggota yang dianggap berbau Orde Lama.

Pada praktiknya pemilu kedua baru bisa diselenggarakan 5 Juli 1971, yang berarti setelah empat tahun pak Harto berada di kursi kepresidenan. Pada waktu itu ketentuan tentang kepartaian (tanpa UU) kurang lebih sama dengan yang diterapkan Presiden Soekarno.

UU yang diadakan adalah UU tentang pemilu dan susunan dan kedudukan MPR, DPR, dan DPRD. Menjelang Pemilu 1971, pemerintah bersama DPR GR menyelesaikan UU Nomor 15 Tahun 1969 tentang Pemilu dan UU Nomor 16 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Penyelesaian UU itu sendiri memakan waktu hampir tiga tahun.

Hal yang sangat signifikan yang berbeda dengan Pemilu 1955 adalah bahwa para pejebat negara pada Pemilu 1971 diharuskan bersikap netral. Sedangkan pada Pemilu 1955 pejabat negara, termasuk perdana menteri yang berasal dari partai bisa ikut menjadi calon partai secara formal. Tetapi pada prakteknya pada Pemilu 1971 para pejabat pemerintah berpihak kepada salah satu peserta Pemilu, yaitu Golkar. Jadi sesungguhnya pemerintah pun merekayasa ketentuan-ketentuan yang menguntungkan Golkar seperti menetapkan seluruh pegawai negeri sipil harus menyalurkan aspirasinya kepada salah satu peserta Pemilu itu.

Dalam hubungannya dengan pembagian kursi, cara pembagian yang digunakan dalam Pemilu 1971 berbeda dengan Pemilu 1955. Dalam Pemilu 1971, yang menggunakan UU No. 15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan. Cara ini ternyata mampu menjadi mekanisme tidak langsung untuk mengurangi jumlah partai yang meraih kursi dibandingkan penggunaan sistem kombinasi. Tetapi, kelemahannya sistem demiki-an lebih banyak menyebabkan suara partai terbuang percuma.

Jelasnya, pembagian kursi pada Pemilu 1971 dilakukan dalam tiga tahap, ini dalam hal ada partai yang melakukan stembus accoord. Tetapi di daerah pemilihan yang tidak terdapat partai yang melakukan stembus acccord, pembagian kursi hanya dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pembagian kursi pada Pemilu 1971 adalah sebagai berikut. Pertama, suara partai dibagi dengan kiesquotient di daerah pemilihan. Tahap kedua, apabila ada partai yang melakukan stembus accoord, maka jumlah sisa suara partai-partai yang menggabungkan sisa suara itu dibagi dengan kiesquotient. Pada tahap berikutnya apabila masih ada kursi yang tersisa masing-masing satu kursi diserahkan kepada partai yang meraih sisa suara terbesar, termasuk gabungan sisa suara partai yang melakukan stembus accoord dari perolehan kursi pembagian tahap kedua. Apabila tidak ada partai yang melakukan stembus accoord, maka setelah pembagian pertama, sisa kursi dibagikan langsung kepada partai yang memiliki sisa suara terbesar.

Namun demikian, cara pembagian kursi dalam Pemilu 1971 menyebabkan tidak selarasnya hasil perolehan suara secara nasional dengan perolehan keseluruhan kursi oleh suatu partai. Contoh paling gamblang adalah bias perolehan kursi antara PNI dan Parmusi. PNI yang secara nasional suaranya lebih besar dari Parmusi, akhirnya memperoleh kursi lebih sedikit dibandingkan Parmusi. Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini.

Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997
Setelah 1971, pelaksanaan Pemilu yang periodik dan teratur mulai terlaksana. Pemilu ketiga diselenggarakan 6 tahun lebih setelah Pemilu 1971, yakni tahun 1977, setelah itu selalu terjadwal sekali dalam 5 tahun. Dari segi jadwal sejak itulah pemilu teratur dilaksanakan. Satu hal yang nyata perbedaannya dengan pemilu-pemilu sebelumnya adalah bahwa sejak Pemilu 1977 pesertanya jauh lebih sedikit, dua parpol dan satu Golkar. Ini terjadi setelah sebelumnya pemerintah bersama-sama dengan DPR berusaha menyederhanakan jumlah partai dengan membuat UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Kedua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan atau PPP dan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI) dan satu Golongan Karya atau Golkar. Jadi dalam 5 kali Pemilu, yaitu Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 pesertanya hanya tiga tadi.
Hasilnya pun sama, Golkar selalu menjadi pemenang, sedangkan PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekedar ornamen. Golkar bahkan sudah menjadi pemenang sejak Pemilu 1971. Keadaan ini secara langsung dan tidak langsung membuat kekuasaan eksekutif dan legislatif berada di bawah kontrol Golkar. Pendukung utama Golkar adalah birokrasi sipil dan militer. Berikut ini dipaparkan hasil dari 5 kali Pemilu tersebut secara berturut-turut.

Hasil Pemilu 1977
Pemungutan suara Pemilu 1977 dilakukan 2 Mei 1977. Cara pembagian kursi masih dilakukan seperti dalam Pemilu 1971, yakni mengikuti sistem proporsional di daerah pemilihan. Dari 70.378.750 pemilih, suara yang sah mencapai 63.998.344 suara atau 90,93 persen. Dari suara yang sah itu Golkar meraih 39.750.096 suara atau 62,11 persen. Namun perolehan kursinya menurun menjadi 232 kursi atau kehilangan 4 kursi dibandingkan Pemilu 1971. Pada Pemilu 1977 suara PPP naik di berbagai daerah, bahkan di DKI Jakarta dan DI Aceh mengalahkan Golkar. Secara nasional PPP berhasil meraih 18.743.491 suara, 99 kursi atau naik 2,17 persen, atau bertambah 5 kursi dibanding gabungan kursi 4 partai Islam dalam Pemilu 1971. Kenaikan suara PPP terjadi di banyak basis-basis eks Masjumi. Ini seiring dengan tampilnya tokoh utama Masjumi mendukung PPP. Tetapi kenaikan suara PPP di basis-basis Masjumi diikuti pula oleh penurunan suara dan kursi di basis-basis NU, sehingga kenaikan suara secara nasional tidak begitu besar. PPP berhasil menaikkan 17 kursi dari Sumatera, Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan, tetapi kehilangan 12 kursi di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Secara nasional tambahan kursi hanya 5.

PDI juga merosot perolehan kursinya dibanding gabungan kursi partai-partai yang berfusi sebelumnya, yakni hanya memperoleh 29 kursi atau berkurang 1 kursi di banding gabungan suara PNI, Parkindo dan Partai Katolik.

Hasil Pemilu 1982
Pemungutan suara Pemilu 1982 dilangsungkan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982. Pada Pemilu ini perolehan suara dan kursi secara nasional Golkar meningkat, tetapi gagal merebut kemenangan di Aceh. Hanya Jakarta dan Kalimantan Selatan yang berhasil diambil Golkar dari PPP. Secara nasional Golkar berhasil merebut tambahan 10 kursi dan itu berarti kehilangan masing-masing 5 kursi bagi PPP dan PDI Golkar meraih 48.334.724 suara atau 242 kursi.

Hasil Pemilu 1987
Pemungutan suara Pemilu 1987 diselenggarakan 23 April 1987 secara serentak di seluruh tanah air. Dari 93.737.633 pemilih, suara yang sah mencapai 85.869.816 atau 91,32 persen. Cara pembagian kursi juga tidak berubah, yaitu tetap mengacu pada Pemilu sebelumnya.

Hasil Pemilu kali ini ditandai dengan kemerosotan terbesar PPP, yakni hilangnya 33 kursi dibandingkan Pemilu 1982, sehingga hanya mendapat 61 kursi. Penyebab merosotnya PPP antara lain karena tidak boleh lagi partai itu memakai asas Islam dan diubahnya lambang dari Ka’bah kepada Bintang dan terjadinya penggembosan oleh tokoh- tokoh unsur NU, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara itu Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. PDI, yang tahun 1986 dapat dikatakan mulai dekat dengan kekuasaan, sebagaimana diindikasikan dengan pembentukan DPP PDI hasil Kongres 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam, berhasil menambah perolehan kursi secara signifikan dari 30 kursi pada Pemilu 1982 menjadi 40 kursi pada Pemilu 1987 ini.
Hasil Pemilu 1997
Sampai Pemilu 1997 ini cara pembagian kursi yang digunakan tidak berubah, masih menggunakan cara yang sama dengan Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, dan 1992. Pemungutan suara diselenggarakan tanggal 29 Mei 1997. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah pada Pemilu 1992 mengalami kemerosotan, kali ini Golkar kembali merebut suara pendukungnnya. Perolehan suaranya mencapai 74,51 persen, atau naik 6,41. Sedangkan perolehan kursinya meningkat menjadi 325 kursi, atau bertambah 43 kursi dari hasil pemilu sebelumnya.

PPP juga menikmati hal yang sama, yaitu meningkat 5,43 persen. Begitu pula untuk perolehan kursi. Pada Pemilu 1997 ini PPP meraih 89 kursi atau meningkat 27 kursi dibandingkan Pemilu 1992. Dukungan terhadap partai itu di Jawa sangat besar.

Sedangkan PDI, yang mengalami konflik internal dan terpecah antara PDI Soerjadi dengan Megawati Soekarnoputri setahun menjelang pemilu, perolehan suaranya merosot 11,84 persen, dan hanya mendapat 11 kursi, yang berarti kehilangan 45 kursi di DPR dibandingkan Pemilu 1992.

Pemilu 1999
Setelah Presiden Soeharto dilengserkan dari kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998 jabatan presiden digantikan oleh Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie. Atas desakan publik, Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie.

Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemilu adalah untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru.

Ini berarti bahwa dengan pemilu dipercepat, yang terjadi bukan hanya bakal digantinya keanggotaan DPR dan MPR sebelum selesai masa kerjanya, tetapi Presiden Habibie sendiri memangkas masa jabatannya yang seharusnya berlangsung sampai 2003, suatu kebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebelum menyelenggarakan pemilu yang dipercepat itu, pemerintah mengajukan RUU tentang Partai Politik, RUU tentang Pemilu, dan RUU tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD.

Ketiga draf UU ini disiapkan sebuah tim Depdagri, yang disebut Tim 7, yang diketuai oleh Prof Dr M Ryaas Rasyid (Rektor IIP Depdagri, Jakarta).

Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU, presiden membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil dari pemerintah.

Satu hal yang secara sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 dengan pemilu-pemilu sebelumnya sejak 1971 adalah Pemilu 1999 ini diikuti banyak sekali peserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Peserta Pemilu kali ini adalah 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.

Dalam sejarah Indonesia tercatat, bahwa setelah pemerintahan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, pemerintahan reformasi inilah yang mampu menyelenggarakan pemilu lebih cepat setelah proses alih kekuasaan. Burhanuddin Harahap berhasil menyelenggarakan pemilu hanya sebulan setelah menjadi perdana menteri menggantikan Ali Sastroamidjojo, meski persiapan-persiapannya sudah dijalankan juga oleh pemerintahan sebelumnya.

Habibie menyelenggarakan pemilu setelah 13 bulan sejak dia naik ke kekuasaan, meski persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya krisis politik, tetapi yang lebih parah adalah krisis ekonomi, sosial, dan penegakan hukum serta tekanan internasional..

Hasil Pemilu 1999

Meskipun masa persiapannya tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 1999 ini bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni tanggal 7 Juni 1999. Tidak seperti yang diprediksikan dan dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya, ternyata Pemilu 1999 bisa terlaksana dengan damai, tanpa ada kekacauan yang berarti. Hanya di beberapa daerah tingkat II di Sumatra Utara yang pelaksanaan pemungutan suaranya terpaksa diundur suara satu pekan. Itu pun karena adanya keterlambatan atas datangnya perlengkapan pemungutan suara.

Tetapi tidak seperti pada pemungutan suara yang berjalan lancar, tahap penghitungan suara dan pembagian kursi pada pemilu kali ini sempat menghadapi hambatan. Pada tahap penghitungan suara, 27 partai politik menolak menandatangani berita acara perhitungan suara dengan dalih pemilu belum jurdil (jujur dan adil). Sikap penolakan tersebut ditunjukkan dalam sebuah rapat pleno KPU. Ke-27 partai tersebut adalah sebagai berikut:

Partai yang Tidak Menandatangani Hasil Pemilu 1999. Nomor Nama Partai
1.. Partai Keadilan
2. PNU
3. PBI
4. PDI
5. Masyumi
6. PNI Supeni
7. Krisna
8. Partai KAMI
9. PKD
10. PAY
11. Partai MKGR
12. PIB
13. Partai SUNI
14. PNBI
15. PUDI
16. PBN
17. PKM
18. PND
19 PADI
20. PRD
21. PPI
22. PID
23. Murba
24. SPSI
25. PUMI
26 PSP
27. PARI

Karena ada penolakan, dokumen rapat KPU kemudian diserahkan pimpinan KPU kepada presiden. Oleh presiden hasil rapat dari KPU tersebut kemudian diserahkan kepada Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu). Panwaslu diberi tugas untuk meneliti keberatan-keberatan yang diajukan wakil-wakil partai di KPU yang berkeberatan tadi. Hasilnya, Panwaslu memberikan rekomendasi bahwa pemilu sudah sah. Lagipula mayoritas partai tidak menyertakan data tertulis menyangkut keberatan-keberatannya. Presiden kemudian juga menyatakan bahwa hasil pemilu sah. Hasil final pemilu baru diketahui masyararakat pada 26 Juli 1999.

Setelah disahkan oleh presiden, PPI (Panitia Pemilihan Indonesia) langsung melakukan pembagian kursi. Pada tahap ini juga muncul masalah.. Rapat pembagian kursi di PPI berjalan alot. Hasil pembagian kursi yang ditetapkan Kelompok Kerja PPI, khususnya pembagian kursi sisa, ditolak oleh kelompok partai Islam yang melakukan stembus accoord.

Hasil Kelompok Kerja PPI menunjukkan, partai Islam yang melakukan stembus accoord hanya mendapatkan 40 kursi. Sementara Kelompok stembus accoord 8 partai Islam menyatakan bahwa mereka berhak atas 53 dari 120 kursi sisa.

Perbedaan pendapat di PPI tersebut akhirnya diserahkan kepada KPU.. Di KPU perbedaan pendapat itu akhirnya diselesaikan melalui voting dengan dua opsi. Opsi pertama, pembagian kursi sisa dihitung dengan memperhatikan suara stembus accoord, sedangkan opsi kedua pembagian tanpa stembus accoord. Hanya 12 suara yang mendukung opsi pertama, sedangkan yang mendukung opsi kedua 43 suara. Lebih dari 8 partai walk out. Ini berarti bahwa pembagian kursi dilakukan tanpa memperhitungkan lagi stembus accoord.

Berbekal keputusan KPU tersebut, PPI akhirnya dapat melakukan pembagian kursi hasil pemilu pada 1 September 1999. Hasil pembagian kursi itu menunjukkan, lima partai besar memborong 417 kursi DPR atau 90,26 persen dari 462 kursi yang diperebutkan.

Sebagai pemenangnya adalah PDI-P yang meraih 35.689.073 suara atau 33,74 persen dengan perolehan 153 kursi. Golkar memperoleh 23.741.758 suara atau 22,44 persen sehingga mendapatkan 120 kursi atau kehilangan 205 kursi dibanding Pemilu 1997. PKB dengan 13.336.982 suara atau 12,61 persen, mendapatkan 51 kursi. PPP dengan 11.329.905 suara atau 10,71 persen, mendapatkan 58 kursi atau kehilangan 31 kursi dibanding Pemilu 1997. PAN meraih 7.528.956 suara atau 7,12 persen, mendapatkan 34 kursi. Di luar lima besar, partai lama yang masih ikut, yakni PDI merosot tajam dan hanya meraih 2 kursi dari pembagian kursi sisa, atau kehilangan 9 kursi dibanding Pemilu 1997.

Pemilu 2004
Pemilihan Umum Indonesia 2004 adalah pemilu pertama yang memungkinkan rakyat untuk memilih presiden secara langsung, dan cara pemilihannya benar-benar berbeda dari Pemilu sebelumnya. Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden (sebelumnya presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR yang anggota-anggotanya dipilih melalui Presiden). Selain itu, pada Pemilu ini pemilihan presiden dan wakil presiden tidak dilakukan secara terpisah (seperti Pemilu 1999) — pada pemilu ini, yang dipilih adalah pasangan calon (pasangan calon presiden dan wakil presiden), bukan calon presiden dan calon wakil presiden secara terpisah.

Pentahapan Pemilu 2004
Pemilu ini dibagi menjadi maksimal tiga tahap (minimal dua tahap):
– Tahap pertama (atau pemilu legislatif”) adalah pemilu untuk memilih partai politik (untuk persyaratan pemilu presiden) dan anggotanya untuk dicalonkan menjadi anggota DPR, DPRD, dan DPD. Tahap pertama ini dilaksanakan pada 5 April 2004.
– Tahap kedua (atau pemilu presiden putaran pertama) adalah untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden secara langsung. Tahap kedua ini dilaksanakan pada 5 Juli 2004.
– Tahap ketiga (atau pemilu presiden putaran kedua) adalah babak terakhir yang dilaksanakan hanya apabila pada tahap kedua belum ada pasangan calon yang mendapatkan suara paling tidak 50 persen (Bila keadaannya demikian, dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak akan diikutsertakan pada Pemilu presiden putaran kedua. Akan tetapi, bila pada Pemilu presiden putaran pertama sudah ada pasangan calon yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen, pasangan calon tersebut akan langsung diangkat menjadi presiden dan wakil presiden). Tahap ketiga ini dilaksanakan pada 20 September 2004.

Pemilu Legislatif 2004
Pemilu legislatif adalah tahap pertama dari rangkaian tahapan Pemilu 2004. Pemilu legislatif ini diikuti 24 partai politik, dan telah dilaksanakan pada 5 April 2004. Pemilu ini bertujuan untuk memilih partai politik (sebagai persyaratan pemilu presiden) dan anggotanya untuk dicalonkan menjadi anggota DPR, DPRD, dan DPD. Partai-partai politik yang memperoleh suara lebih besar atau sama dengan tiga persen dapat mencalonkan pasangan calonnya untuk maju ke tahap berikutnya, yaitu pada Pemilu presiden putaran pertama.

Pemilu pesta demokrasi 2009 tinggal sehari lagi akan kita laksanakan, inilah pemilu multi partai yang menghabiskan biaya multi trilyun.

Daftar Parpol Pemilu Tahun 2009

Tanggal 12 Juli 2008 yang lalu putaran kampanye partai politik peserta Pemilu 2009 sudah dimulai. Pemilu kali ini diikuti oleh 34 partai politik, jumlah ini jauh lebih banyak dari Pemilu 2004 yang diikuti oleh 24 partai. Kalau mau tahu partai apa saja, ini dia daftarnya, sesuai dengan nomor urutnya (walah, macam-macam saja nama partai itu, ada partai pengusaha pula):

1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
3. Partai Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia.
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
6. Partai Barisan Nasional.
7. Partai Keadian dan Persatuan Indonesia (PKPI).
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
9. Partai Amanat Nasional (PAN).
10. Partai Indonesia Baru.
11. Partai Kedaulatan.
12. Partai Persatuan.
13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
14. Partai Pemuda Indonesia.
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenis (PNI Marhaenis).
16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).
17. Partai Karya Perjuangan.
18. Partai Matahari Bangsa.
19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).
20. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK).
21. Partai Republik Nusantara.
22. Partai Pelopor.
23. Partai Golongan Karya (Golkar).
24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
25. Partai Damai Sejahtera (PDS).
26. Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia.
27. Partai Bulan Bintang (PBB).
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
29. Partai Bintang Reformasi (PBR).
30. Partai Patriot.
31. Partai Demokrat.
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia.
33. Partai Indonesia Sejahtera.
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Hasil Perhitungan Cepat LSI (Lembaga Survei Indonesia)

9 Partai yang memenuhi threshold 2.5% suara nasional

  1. Demokrat   :  20.4%
  2. PDIP    : 14.65%
  3. Golkar  :   14%
  4. PKS   :  7.5%
  5. PAN  :   5.9%
  6. PPP   :  5.3%
  7. PKB   :  5.2%
  8. Gerindra   :  4.3%
  9. Hanura   :  3.6%

Hasil Rekapitulasi Suara Pemilu 2009 (KPU)

9 Partai yang memenuhi threshold 2.5% suara nasional

  1. P Demokrat   : 21,703,137 = 20.85%
  2. P Golkar : 15,037,757 =14.45%
  3. PDIP    : 14,600,091 = 14.03%
  4. PKS   : 8,206,955 = 7.88%
  5. PAN  : 6,254,580 = 6.01%
  6. PPP   : 5,533,214 = 5.32%
  7. PKB   : 5,146,122 = 4.94%
  8. Gerindra   : 4,646,406 = 4.46%
  9. Hanura   : 3,922,870 = 3.77%

Total suara yang masuk adalah 104.099.785 dari seharusnya sekitar 171 juta hak suara masyarakat. Atau angka golput mencapai 39%. Terlihat bahwa hasil Quick Count yang dilakukan oleh LSI tidak jauh berbeda dengan hasil perhitungan sesungguhnya yakni tidak lebih besar dari 1% untuk tiap-tiap partai.

NB :  Persentase angka relatif suara partai politik dihitung berdasarkan jumlah pemilih yang menggunkan hak suaranya yakni (suara partai / (total pemilih sebenarnya – golput))

Hasil Perolehan Suara Absolut

Berikut hasil perolehan suara partai secara absolut 9 partai di atas.

  1. Partai “Golput” : 39,1% suara
  2. P Demokrat :  12.7%
  3. P Golkar  :  8.8%
  4. PDIP  :  8.5%
  5. PKS  : 4.8%
  6. PAN  :  3.7%
  7. PPP  :  3.2%
  8. PKB  :  3.0%
  9. Gerindra :   2.7%
  10. Hanura  :  2.3%

NB. Angka absolut berarti total suara yang diperoleh masing-masing partai yang sebenarnya terhadap total pemilih yakni sekitar 171 juta.
Jadi persentase angka absolut suatu partai adalah perolehan suara partai / total pemilih sebenarnya.

Angka absolut ini tidak mungkin digunakan oleh pemerintah untuk mempersentasekan suara partai yang sebenarnya. Saya berusaha menunjukkan angka ini, agar masyarakat tidak terkecoh dengan persentase suara suatu partai yang dihitung dari (jumlah pemilih sebenarnya – jumlah pemilih golput). Melihat fenomena ini, apakah mungkin jika suara golput yang besar harus dikonversikan dengan pengurangan jumlah kursi di DPR. Jadi, dengan 39% golput, maka kursi di DPR harus dikurangi 39% yakni tinggal 341 kursi dari 560 kursi. Hal ini berdampak pada anggaran, yang akan menghemat sekitar Rp 25 miliar per bulan. Toh, semakin banyak dewan juga belum tentu efektif. Semakin banyak dewan juga belum tentu tidak korupsi, skandal seks, arogan, dan terakhir PEMALAS.

Dengan memasukkan parameter masyarakat yang tidak dapat memilih karena DPT yang mencapai 10-20 penduduk, maka total golput secara absolut terhadap warga yang memilih hak untuk memilih mencapai sekitar 40%. Artinya gabungan partai-partai besar seperti Demokrat, PDIP, Golkar (totalnya sekitar 29.4%) memiliki dukungan real yang jauh lebih kecil dari jumlah masyarakat yang tidak memilih (golput).

Berikut daftar “perolehan suara Golput” sejak 1971 (Era Orde Baru)

Pemilu 2009

  • 1971   :  6.64 %
  • 1977   : 8.40 %
  • 1982   : 8.53 %
  • 1987   : 8.39%
  • 1992   : 9.09 %
  • 1997   : 9.42 %
  • 1999   : 10.21 %
  • 2004   : 23.34 %
  • 2009   : 39.1%

Data : 1971-2004 dari Pusat Studi dan Kawasan UGM ; 2009 daridata sementara dari hasil lembaga survei.

Dari data daftar suara golput, maka sejak era reformasi, jumlah masyarakat yang abstain atau golput meningkat pesat yakni 10.21% pada tahun 1999 menjadi 39.1% di tahun 2009.Angka golput 39.1% jauh melebihi angka partai Demokrat yang menduduki posisi pertama dalam survei yakni 20% suara dari (100%-39% golput). Tampaknya “Partai Golput” menang mutlak. Perlu dicatat, bahwa angka golput bukanlah semata-mata karena apatisme masyarakat, namun pada tahun 2009 ini angka golput tidak hanya saja masyarakat yang apatis, namun KPU dan Pemerintah secara tidak langsung membungkam hak suara rakyat untuk memilih.

Setidaknya ada 3 faktor utama meningkatnya Golput 2009 yakni

Teknis : Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Salah satu tugas utama KPU dan Pemerintah adalah menyukseskan Pemilu 2009 seperti dalam amanat UUD 1945 serta UU 10 tahun 2008. Namun, ironisnya meski kita telah merdeka lebih 6 dekade dan telah menjalani reformasi lebih 10 tahun, masalah mekanisme pemungutan suara rakyat masih dipersulit oleh birokrasi. Banyak mahasiswa, buruh migran, dan warga pindahan yang seharusnya mendapat hak untuk memilih justru tidak difasilitasi dengan baik oleh KPU. Setidaknya lebih kurang 1 juta mahasiswa di perguruan tinggi, jutaan buruh migran beserta keluarganya di kota-kota, serta warga yang baru pindahan tidak dapat memilih karena dipersulit dalam mengurus DPT, seperti kartu A5. Hal ini pun dialami oleh saya dan kesembilan teman kos saya. Begitu juga ada sekitar 5000-an mahasiswa Unpad, 7-10 ribu-an mahasiswa ITB, ribuan mahasiswa Maranatha, Parahyangan, Unpas, Unisba, Unjani, Itenas dan sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di kota Bandung yang berasal dari luar kota Bandung.
Kebanyakan mahasiswa tidaklah apatis, mereka ingin memilih. Namun, saat ini umumnya mahasiswa sedang menjalani masa Ujian Tengah Semester (UTS), dan cukup memberatkan bagi mahasiswa untuk pulang ke kampung halaman untuk memilih atau mengurus kartu A5.

Sikap Apatis

Tidak sedikit masyarakat yang apatis terhadap golput Pemilu di negeri ini. Umumnya, masyarakat yang apatis adalah golongan masyarakat miskin atau perantaun. Hal ini dikarenakan siapapun partai yang menang, kehidupan mereka tidak berubah dan bahkan kehidupan mereka bertambah miskin atua dimiskinkan. Sehingga, golongan masyarakat ini lebih memilih bekerja daripada libur untuk contreng. Dan angka masyarakat apatis semakin tinggi, dikarenakan banyaknya politisi partai yang mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan masyarakat. Ketika menjelang Pemilu, para petinggi partai gencar menghabiskan puluhan bahkan ratusan miliar untuk iklan janji dan janji. Namun ketika berkuasa, mereka asyiik menggeruk kebijakan yang menghasilkan keuntungan partai.

Konsep Ideologis

Angka masyarakat yang golput dari ideologis tidak  meningkat sepesat masyarakat apatis ataupun terkendala masalah teknis. Umumnya masyarakat golongan ideologis golput berasal dari kalangan cendekiawan level atas yang alasan sistem politik yang buruk hingga landasan religius. Kebobrokan dan skandal yang sering disiarkan media TV semakin menguatkan keyakinan ideologis masyarakat ini yang mengatakan “memilih partai berarti memilih keburukan, karena tidak ada partai yang baik dan benar”.

Sebenarnya, indikasi meningkatnya angka golput sudah dirilis sejak akhir tahun 2008 oleh berbagai lembaga, namun KPU dan Pemerintah tampaknya menggubris masalah ini. Jika saja pemerintah mau mendengar masukan dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat serta memfollow-upnya, maka mungkin saja pemenang Pemilu 2009 bukan “Partai Golput”. Melihat gejala apatis dan teknis DPT, seharusnya pemerintah dan KPU tanggap mengeluarkan kebijakan merakyat dengan “menyambut bola” atau hak masyarakat untuk memilih. Apa sih salahnya, jika kriteria seorang pemilih seperti buruh migran atau mahasiswa perantauan adalah KPT dan KTM (kartu tanda mahasiswa) dengan bekerja sama dengan institusi perusahaan atau perguruan tinggi. Sekali lagi, tampaknya KPU enggan turun ke bawah, enggan melayani sepenuhnya padahal 14 triliun uang rakyat telah digunakan dan salah satunya adalah untuk membayar gaji mereka..

sumber : dari berbagai sumber

Reaksi Kimia

DAFTAR VALENSI UNSUR-UNSUR

Val. 1 Val. 2 Val. 3 Val. 4 Val. 5 Val. 6 Val. 7
Li

Na

K

Cu

Ag

Au

Hg

Be

Mg

Ca

Sr

Ba

Zn

Cd

Hg

Fe

Cu

Al

Au

Ni

Fe

Pt Bi Cr

Mn

Mn
H

F

Cl

Br

I

O

C

N

P

As

Sb

Cl

C

S

N

P

As

Sb

Cl

S Cl

OKSIDASI UNSUR LOGAM :

Rumus  :  L + O2 —–>  L2 Ox L = unsur logam       x = valensi unsur logam

Contoh  :

  1. 4 Li + O2 —–>    2 Li2 O                         =  Litium Oksida
  2. 4 Na + O2 —–>    2 Na2 O            =  Natrium Oksida
  3. 4 K + O2 —–>    2 K2 O              =  Kalium Oksida
  4. 4 Ag + O2 —–>    2 Ag2 O            =  Perak Oksida / Argentum Oksida
  5. 4 Cu + O2 —–>    2 Cu2 O            =  Tembaga (I) Oksida / Cuppro Oksida
  6. 2 Cu + O2 —–>    2 Cu O             =  Tembaga (II) Oksida / Cuprri Oksida
  7. 4 Hg + O2 —–>    2 Hg2 O =  Air Raksa (I) Oksida / Hidrargizo Oksida / Mercuro Oksida
  8. 2 Hg + O2 —–>    2 Hg O =  Air Raksa (II) Oksida / Hidrargizi Oksida / Mercuri Oksida
  9. 4 Au + O2 —–>    2 Au2 O            =  Emas (I) Oksida / Auro Oksida
  10. 4 Au + 3 O2 —–>  2 Au2 O3 =  Emas (III) Oksida / Auri Oksida
  11. 2 Be + O2 —–>    2 Be O             =  Berilium Oksida
  12. 2 Mg + O2 —–>    2 Mg O                        =  Magnesium Oksida
  13. 2 Ca + O2 —–>    2 Ca O             =  Kalsium Oksida
  14. 2 Sr + O2 —–>    2 Sr O              =  Stronsium Oksida
  15. 2 Ba + O2 —–>    2 Ba O             =  Barium Oksida
  16. 2 Zn + O2 —–>    2 Zn O             =  Seng Oksida / Zinkum Oksida
  17. 2 Fe + O2 —–>    2 Fe O              =  Besi (II) Oksida / Ferro Oksida
  18. 4 Fe + 3 O2 —–>   2 Fe2 O3 =  Besi (III) Oksida / Ferri Oksida
  19. 4 Al + 3 O2 —–>   2 Al2 O3 =  Aluminium Oksida
  20. 4 Ni + 3 O2 —–>   2 Ni2 O3 =  Nikkel Oksida
  21. 2 Mn + 3 O2 —–> 2 Mn O3 =  Mangano Oksida
  22. 4 Mn + 7 O2 —–> 2 Mn2 O7 =  Mangani Oksida

OKSIDASI UNSUR NON LOGAM :

Rumus  :  M + O2 —–>  M2 Oy M = unsur non logam     y = valensi non logam

Contoh  :

  1. 2 F2 + O2 —–>    2 F2 O              =  di Fluor mono oksida
  2. 2 Br2 + O2 —–>    2 Br2 O                        =  di Brom mono oksida
  3. 2 I2 + O2 —–>    2 I2 O               =  di Iodium mono oksida
  4. 2 Cl2 + O2 —–>    2 Cl2 O             =  di khlor mono oksida
  5. 2 Cl2 + 3 O2 —–> 2 Cl2 O3 =  di Khlor tri oksida
  6. 2 Cl2 + 5 O2 —–> 2 Cl2 O5 =  di Khlor penta oksida
  7. 2 Cl2 + 7 O2 —–> 2 Cl2 O7 =  di Khlor hepta oksida
  8. 2 S  + O2 —–>    2 S O                =  mono sulfur mono oksida
  9. S  + O2 —–>    S O2 =  mono sulfur di oksida

10.  2 S  + 3 O2 —–>    2 S O3 =  mono sulfur tri oksida

  1. 2 C  + O2 —–>    2 C O               =  mono karbon mono oksida
  2. C  + O2 —–>    C O2 =  mono karbon di oksida
  3. 4 P + 3 O2 —–>    2 P2 O3 =  di Phosphor tri oksida
  4. 4 P + 5 O2 —–>    2 P2 O5 =  di Phosfor penta oksida
  5. 4 As + 3 O2 —–>   2 As2 O3 =  di Arsen tri oksida
  6. 4 As + 5 O2 —–>   2 As2 O5 =  di arsen penta oksida
  7. 4 Sb + 3 O2 —–>   2 Sb2 O3 =  di Phosphor tri oksida
  8. 4 Sb + 5 O2 —–>   2 Sb2 O5 =  di Phosfor penta oksida
  9. 2 N2 + 3 O2 —–>   2 N2 O3 =  di Nitrogen tri oksida
  10. 2 N2 + 5 O2 —–>  2 N2 O5 =  di Phosfor penta oksida

REAKSI PEMBENTUKAN BASA :

Rumus  :  L2 Ox +  H2 O   —–>  L ( OH )x

OH = gugus Hidroksil

Contoh  :

  1. Li2 O + H2 O   —–>   2 Li OH                     =  Litium Hidroksida
  2. Na2 O + H2 O   —–>   2 Na OH                  =  Natrium Hidroksida
  3. K2 O + H2 O   —–>   2 K OH                      =  Kalium Hidroksida
  4. Ag2 O + H2 O   —–>   2 Ag OH                  =  Perak Hidroksida / Argentum Hidroksida
  5. Cu2 O + H2 O   —–>   2 Cu OH      =  Tembaga (I) Hidroksida / Cuppro Hidroksida
  6. Cu O + H2 O   —–>   Cu ( OH )2 =  Tembaga (II) Hidroksida / Cuppri Hidroksida
  7. Fe O + H2 O   —–>   Fe ( OH )2 =  Besi (II) Hidroksida / Ferro Hidroksida
  8. Fe2 O3 + 3 H2 O   —–>   2 Fe ( OH )3 =  Besi (III) Hidroksida / Ferri Hidroksida
  9. Ca O + H2 O   —–>   Ca ( OH )2 =  Kalsium Hidroksida
  10. Mg O + H2 O   —–>   Mg ( OH )2 =  Magnesium Hidroksida
  11. Ba O + H2 O   —–>   Ba ( OH )2 =  Barium Hidroksida
  12. Al2 O3 + 3 H2 O   —–>   2 Al ( OH )3 =  Aluminium Hidroksida

REAKSI PEMBENTUKAN ASAM :

Rumus  :  M2 Oy +  H2 O   —–>  Hy R

R = Sisa asam              y = valensi sisa asam

Contoh  :

  1. F2 O + H2 O   —–>   2 H F O2 =  Asam Fluorat
  2. Br2 O + H2 O   —–>  2 H Br O2 =  Asam Bromat
  3. I2 O + H2 O   —–>   2 H I O2 =  Asam Iodat
  4. Cl2 O + H2 O   —–>   2 H Cl O       =  Asam hypo Khlorit
  5. Cl2 O3 + H2 O   —–>   2 H Cl O2 =  Asam Khlorit
  6. Cl2 O5 + H2 O   —–>   2 H Cl O3 =  Asam Khlorat
  7. Cl2 O7 + H2 O   —–>   2 H Cl O4 =  Asam per Khlorat
  8. C O + H2 O   —–>   H2 C O2 =  Asam Karbonit
  9. C O2 + H2 O   —–>   H2 C O3 =  Asam Karbonat
  10. S O2 + H2 O   —–>   H2 S O3 =  Asam Sulfit
  11. S O3 + H2 O   —–>   H2 S O4 =  Asam Sulfat
  12. P2 O3 + 3 H2 O   —–>   H3 P O3 =  Asam Phosphit
  13. P2 O5 + 3 H2 O   —–>   H3 P O4 =  Asam Phosphat
  14. As2 O3 + 3 H2 O   —–>   H3 As O3 =  Asam Arsenit
  15. As2 O5 + 3 H2 O   —–>   H3 As O4 =  Asam Arsenat
  16. Sb2 O3 + 3 H2 O   —–>   H3 Sb O3 =  Asam Antimunit / Asam Stibit
  17. Sb2 O5 + 3 H2 O   —–>   H3 Sb O4 =  Asam Antimunat / Asam Stibat

Perak

  1. PENGERTIAN

Perak adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Argentum. Sebuah logam transisi lunak, putih, mengkilap, perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral dan dalam bentuk bebas. Perak merupakan logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak termasuk logam mulia seperti emas.

47 paladium ← perak → kadmium
Cu

Ag

Au

Tabel periodik

Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom perak, Ag, 47
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 11, 5, d
Penampilan logam putih mengkilap
Massa atom 107,8682(2) g/mol
Konfigurasi elektron [Kr] 4d10 5s1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 18, 1
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 10,49 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 9,320 g/cm³
Titik lebur 1234,93 K
(961,78 °C, 1763,2 °F)
Titik didih 2435 K
(2162 °C, 3924 °F)
Kalor peleburan 11,28 kJ/mol
Kalor penguapan 258 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25,350 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 1283 1413 1575 1782 2055 2433
Ciri-ciri atom
Struktur kristal kubus pusat muka
Bilangan oksidasi 1
(oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,93 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 731,0 kJ/mol
ke-2: 2070 kJ/mol
ke-3: 3361 kJ/mol
Jari-jari atom 160 pm
Jari-jari atom (terhitung) 165 pm
Jari-jari kovalen 153 pm
Jari-jari Van der Waals 172 pm
Lain-lain
Sifat magnetik diamagnetik
Resistivitas listrik (20 °C) 15,87 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 429 W/(m·K)
Difusivitas termal (300 K) 174 mm²/s
Ekspansi termal (25 °C) 18,9 µm/(m·K)
Kecepatan suara
(pada wujud kawat)
(suhu kamar) 2680 m/s
Modulus Young 83 GPa
Modulus geser 30 GPa
Modulus ruah 100 GPa
Nisbah Poisson 0,37
Skala kekerasan Mohs 2,5
Kekerasan Vickers 251 MPa
Kekerasan Brinell 24,5 MPa
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
105Ag syn 41,2 hari ε 105Pd
γ 0,344; 0,280;
0,644; 0,443
106mAg syn 8,28 hari ε 106Pd
γ 0,511; 0,717;
1,045; 0,450
107Ag 51,839% Ag stabil dengan 60 neutron
108mAg syn 418 tahun ε 108Pd
IT 0,109 108Ag
γ 0,433; 0,614;
0,722
109Ag 48,161% Ag stabil dengan 62 neutron
111Ag syn 7,45 hari β 1,036; 0,694 111Cd
γ 0,342
  1. SEJARAH PERAK

Perak telah digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kesehatan ribuan tahun, namun kini kembali muncul sebagai penyelamat medis modern. di Yunani kuno , Roma, Phoenicia dan Macedonia, perak telah digunakan secara ekstensif untuk mengendalikan infeksi dan kerugian. ”Bapak ahli pengobatan” , Hippocrates, yang sangat terkesan dengan manfaat perak juga. Dia mengajar bahwa perak dapat menyembuhkan  luka dan berbagai penyakit. Dalam tahun 69 sebelum masehi, perak nitrat yang tercantum dalam farmakope kontemporer sebagai anti-Microbial tool. Beberapa ribu tahun kemudian (1897) dokter di Amerika mulai menggunakan cairan perak nitrat  untuk mencegah kebutaan baru. Di banyak negara, metode ini  masih digunakan untuk tujuan ini.

Di Amerika, 1900-1942, perak menjadi senjata yang sangat ampuh dan sangat  penting terhadap infeksi. Menurut American Medical Association terdapat lebih dari 96 perak yang berbeda dalam menggunakan obat-obatan. Di awal tahun, perak yang digunakan terutama untuk melawan bakteri, tetapi kami akan mempelajari beberapa dekade kemudian yang juga sangat efektif terhadap jamur menular, dan pilih viruses7 beberapa  parasit. Dalam 1942, antibiotik yang invented dan membuat sensasi. Dalam beberapa cara baru antibiotik yang lebih efektif dibandingkan dengan obat perak kemudian digunakan. Mereka juga lebih murah. Antibiotik yang menyatakan keajaiban obat, sedangkan perak mulai  di lupakan dan tidak dipakai.

Namun beberapa dekade kemudian, dunia kedokteran menemukan bahwa ada tiga konsekuensi penting untuk antibiotik:

  1. (1) mereka tidak bisa mengendalikan virus seperti HIV.
  2. overuse dapat menyebabkan usus jamur  penumbuhan yg terlalu cepat.
  3. lalai menggunakan antibiotik dibuat ” super kuman menjadi kebal (resistant)”yang defied semua antibiotik.

Pada tahun 1992, menurut Newsweek, 13.000 rumah sakit pasien meninggal dari kuman yang tahan infeksi. Setahun kemudian, angka ini meningkat  ke 70.000. Hal ini benar-benar, berita menakutkan. Pada tahun 1994, di Pusat Pengendalian ini dilihat sebagai masalah Amerika nomor satu masalah di bidang kesehatan.

Untungnya, para peneliti yang bekerja pada generasi perak nutraceuticals, yang juga menarik beberapa pemikiran yang terbaik dalam masyarakat medis. Dr Harry Margraf St Louis menyatakan bahwa, “Perak adalah yang terbaik untuk melawan  semua jenis kuman-fighter kami miliki.” seorang dokter penulis untuk ilmu  pengetahuan dibidang obat obat an , melaporkan bahwa sementara khasiat antibiotik tidak dapat membunuh kuman lebih dari tujuh jenis , generasi perak formulasi dapat menakluki hingga 650.

Sejauh ini, telah terbukti tidak ada kuman tahan terhadap perak . Ilmuwan Zhao Stevens setuju dengan adanya berita baik  ini, “Dengan kebangkitan bakteri yang tahan antibiotic, perak kembali muncul sebagai obat modern, karena semua organisme patogen telah gagal mengembangkan imunitas terhadap perak. ”

Perak juga dapat digunakan untuk memeriksa kanker. Hari ini produk ion perak yang terbaik tidaklah  mahal , aman dan luar biasa efektif sebagai suplemen diet. Misalnya, di 10 partikel per juta (ppm) perak formulasi telah menunjukkan kemampuan untuk mengurai dan memeriksa sel kanker dalam tes tabung. Publik menyatakan atas laporan dari tujuh universitas, seperti Medical College of Ohio dan Tulane , semua menyatakan bahwa perak sangat sangat  kuat dan efektip terhadap penyakit lymphoma , melanoma, dan prostata bisul kanker payudara, dan bahkan osteosarcoma  Tentu saja ini sangat menarik dibidang penelitian dibidang  studi sebelum kehidupan nyata yang banyak manfaatnya .

Mempertimbangkan fakta-fakta menarik tentang  perak :

  • Yunani yang digunakan untuk menyimpan perak kapal air dan cairan lainnya segar. Tulisan-tulisan dari Herodotus, orang Yunani filsuf dan sejarawan, tanggal penggunaan perak untuk sebelum kelahiran Kristus.
  • Empayar Rom anggur disimpan dalam perak urns untuk mencegah kerugian.
  • Penggunaan perak disebutkan dalam tulisan-tulisan Mesir kuno.
  • Pada abad pertengahan, kerajinan perak yang kaya dilindungi dari pukulan penuh dari tulah.
  • Sebelum kedatangan germicides yang modern dan antibiotik, ia dikenal yang menyebabkan penyakit-pathogens tidak dapat bertahan di hadapan perak. Akibatnya, perak yang digunakan di alat – alat makan, seperti gelas minum kapal dan alat-alat makan lain.
  • Secara khusus, kaya disimpan dan mereka makan makanan dari perak kapal untuk tetap tumbuh dari bakteri.
  • Emperor china, mereka makan dengan sumpit perak.
  • Druids yang telah meninggalkan bukti mereka menggunakan perak.
  • Pemukim di pedalaman Australia menangguhkan kerajinan perak di tangki air untuk memperlambat kerugian.
  • Trekking pionir di Amerika Barat menemukan bahwa jika mereka ditempatkan koin perak atau tembaga dalam casks dari air minum, air itu tetap aman dari bakteri, algae, dll
  • Sepanjang perbatasan, perak dolar telah dimasukkan ke dalam susu untuk sesedikit segar. Beberapa dari sumber ingat kakek / nenek kami melakukan hal yang sama.
  • Perak daun digunakan untuk memerangi infeksi di luka berkelanjutan oleh pasukan selama Perang Dunia I.
  • Sebelum pengenalan antibiotik, koloida Perak telah digunakan secara luas di rumah sakit dan telah dikenal sebagai bactericide setidaknya 1200 tahun.
  • Pada awal tahun 1800, dokter yang digunakan dalam bedah perak sutures luka dengan hasil sangat sukses.

Dalam Ayurvedic medicine, perak digunakan dalam jumlah kecil sebagai tonik, atau eliksir rejuvenative agen untuk pasien debilitated oleh usia atau penyakit.

  1. MANFAAT PERAK

Ternyata Perak Bisa Mencegah Infeksi

Sebelum penemuan antibiotik, ahli bedah biasa menjahit luka bekas pembedahan menggunakan benang tenun dengan bahan perak. Mereka percaya bahwa perak bisa mencegah infeksi.

Selain digunakan untuk campuran benang operasi, pada masa Perang Dunia I, perak pun digunakan untuk melapisi pembalut luka karena diyakini dapat membantu menyelamatkan hidup.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perak merupakan antimikroba kuat yang tidak menimbulkan iritasi dan tidak beracun,” kata Valerie Edwards Jones dari Manchester Metropolitan University.

Jones menambahkan, perak terbukti dapat membunuh hingga 650 mikroba patogen.

Hal itu dikarenakan perak terdiri dari ribuan ion-ion yang dapat mencegah penyebaran bakteri, virus dan jamur dengan cara memasuki sel dan menonaktifkan protein.  Dengan demikian, mikroba tidak bisa berkembang biak dan mati dan akan mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (4/3/2010).

Peneliti lainnya Richard Hastings dari BioCote menyebutkan bahwa perak dapat mengurangi kadar bakteri hingga 99 persen ketika dipadukan dengan berbagai peralatan rumah sakit.

“Hal ini akan mengurangi risiko infeksi superbug seperti MRSA, E.coli dan salmonella,” kata Hastings.

Perak juga efektif mengobati gangguan kulit, seperti bekas terbakar dan luka. Contohnya terdapat pada perban perak yang saat ini banyak digunakan untuk membantu pemulihan luka.

“Dalam memulihkan kondisi luka yang berisiko mengalami iritasi dan ifeksi, perban perak terbukti sangat sukses,” terang Jones.

Selain itu perak pun dapat mengatasi penyakit kulit seperti eksem dan psiorasis. Menurut Jones, krim yang mengandung satu persen perak bisa menekan peradangan yang terjadi ketika alergi kulit.

Namun demikian diperlukan studi lebih lengkap untuk mengetahui apakah perak dapat digunakan untuk penggunaan intenal. Karena jika dikonsumsi langsung, pasien berisiko mengalami perubahan warna kulit.

Membuat Kerajinan Perak, Meneladani Karya Para Pengrajin Kotagede

Kotagede tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi sentra kerajinan perak terbesar di Indonesia, melebihi Bali, Lombok dan Kendari. Beragam kerajinan perak yang diolah menjadi beragam bentuk lewat beragam cara dihasilkan dari tempat yang berlokasi 10 km dari pusat kota Yogyakarta. Sejak tahun 70an, kerajinan perak produksi Kotagede telah diminati wisatawan mancanegara, baik yang berbentuk perhiasan, peralatan rumah tangga ataupun aksesoris penghias.

Kini, Kotagede tak hanya menawarkan kemewahan kerajinan perak produksinya, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan peraknya. Sebuah kursus singkat yang berdurasi tiga jam hingga dalam hitungan hari menawarkan pada anda paket wisata alternatif meliputi merancang desain perhiasan perak, membuatnya dan akhirnya membawa pulang hasil buatan anda sendiri. Salah satu tempat dimana anda bisa menikmati paket wisata itu adalah di Studio 76.

Tahap awal kursus adalah perancangan desain perhiasan. Anda dibebaskan untuk memilih jenis perhiasan dan desain yang akan dibuat. Setelah desain ditentukan, proses dilanjutkan dengan pemindahan desain ke cetakan dan penempaan. Setelah ditempa, lempengan kuningan atau tembaga yang digunakan sebagai bahan dasar ditempa menggunakan timah lunak. Selanjutnya, bahan dirangkai sesuai keinginan dan dipoles dengan perak melalui penyepuhan.

Bila memiliki lebih banyak waktu, anda bisa memilih membuat perhiasan perak yang lebih indah. Untuk membuatnya, anda harus berlatih memahat lempengan bahan dasar perhiasan sebelum memolesnya. Anda juga bisa memilih membuat perhiasan yang bentuknya bagai anyaman kawat-kawat tipis berlapis perak pada bagian luarnya. Tentu, semakin indah dan detail perhiasan yang ingin dibuat, akan semakin berharga pula benda itu di mata orang lain.

Seluruh proses perancangan dan pembuatan kerajinan adalah hak anda. Selama proses pembuatan, instruktur hanya akan membimbing dan memperbaiki beberapa detail yang masih kurang bagus. Pengalaman instruktur dalam membimbing dan membuat kerajinan perak selama bertahun-tahun akan membantu anda belajar dalam waktu cepat. Ditunjang dengan keahlian instruktur berbahasa asing, tentu akan sangat memudahkan anda.

Selama waktu kursus, anda juga akan mendapat berbagai penjelasan tentang kerajinan perak dan Kotagede. Diantaranya, penjelasan tentang sejarah kerajinan perak di Kotagede dan penjelasan tentang berbagai teknik pembuatan kerajinan perak. Anda tentu juga dapat berkeliling lokasi produksi kerajinan dan menyaksikan para pengrajin sedang bekerja, disamping melihat berbagai produk yang telah siap dijual.

Bila memilih paket wisata membuat perak di Studio 76, ada beberapa pilihan waktu dan durasi sesuai keinginan anda. Bila hanya memiliki sedikit waktu saja, anda bisa memilih Short Course yang berdurasi 3 jam, namun bila memiliki banyak waktu anda bisa memilih Full Day Course yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Jika masih juga kurang puas, anda bisa memilih Arraged Course yang jangka waktunya menyesuaikan dengan target dan keinginan anda.

Biaya kursus berkisar antara Rp 100.000,00 hingga Rp 2.000.000,00 per orang, tergantung pada pilihan paket kursusnya. Semakin lama jangka waktu kursus, maka biaya akan semakin mahal pula. Namun tak perlu khawatir, karena proses belajar pun akan lebih detail dan perhiasan perak yang ditawarkan pun memiliki gram yang lebih tinggi. Perhiasan yang dihasilkan dari Short Course maksimal hanya 5 gram, tetapi Full Day Course mencapai 10 gram.

Untuk mengikuti kursus ini, anda harus menghubungi lebih dulu beberapa sanggar atau penyedia jasa kursus sehingga instruktur dan peralatan pembuatan perak bisa dipersiapkan. Untuk menuju Studio 76, anda bisa melaju ke arah Kotagede dan kemudian berjalan ke Jalan Purbayan. Studio tersebut menyediakan instruktur yang menguasai Bahasa Inggris dan Perancis. Nah, tertarik menghasilkan kerajinan perak buah tangan anda sendiri?

Setelah mengelilingi Yogya sebaiknya anda menyaksikan adanya suatu lokasi yang dapat membuat diri anda berkilau bagai sebuah emas putih, yaitu perak. Apalagi jika menghampiri Jl. Mondorakan No.1, tentunya anda akan terkejut melihat toko besar bernama HS Silver.

HS Silver adalah toko cenderamata perak terbesar di Yogyakarta. Letak persisnya di wilayah Kota Gede, melewati Kebun Binatang (Bonbin biasanya disebut masyarakat Yogya). Pemilik toko ini adalah Harto Soeharjo, yang disingkat menjadi HS.

Di tempat HS dapat ditemukan cara membuat rangkaian perak satu persatunya hingga sebuah showroom untuk katergori penjualannya. Wajar saja jika pemilik toko tersebut termasuk nasabah prioritas BCA. Karena harga penjualannyapun terbilang mahal, yaitu berkisar antara Rp. 50.000,- hingga ratusan juta rupiah. Toko ini dikatakan terpopuler karena pemesanannya sudah sampai mendunia.

Selain itu, tak jauh dari lokasi ini dapat anda temukan sebuah restoran terkenal yang bernama Omah Dhuwur. Konon rumah ini pada tahun 1990-an dimiliki oleh pemilik Toko HS Silver, Harto Soeharjo. Dan tempat ini merupakan lokasi wisata kuliner bagi para pelancong nusantara.

Toko-toko perak lainnya yang terkenal di Yogyakarta adalah Tom Silver, MD Silver, Narti Silver dan sebagainya. Tetap Kota Gede yang dijadikan lahan potensial perekonomian masyarakat Yogyakarta. Karena di wilayah ini terkenal dengan sebutan penghasil perak.

Kegunaan air perak atau kegunaan ionic silver water :

  • Tidak mengandung radikal bebas, aman untuk enzim tubuh manusia dan tidak ada efek samping yang negatif jika digunakan bersamaan dengan obat, jamu, atau suplemen lainnya.
  • Membantu memperbaiki pencernaan, regenerasi sel dan jaringan yang rusak, mencegah pilek dan flu, alergi dan berbagai penyakit yang disebabkan berbagai jenis bakteri, kuman dan infeksi virus.
  • Non-Toxic dan tidak berbahaya terhadap ginjal, hati, mata, dan organ tubuh lainnya.
  • Bila digunakan setiap hari secara teratur dapat membantu meningkatkan sistim kekebalan tubuh.
STATISTIK 2003 – 1997

2003 2002 2001 2000 1999 1998 1997
Produksi, ton 293,519.00 350,455.00 255,443.00 288,200.00 280,030.00 269,711.00
Konsumsi, ton 127,275.00 130,500.00 846,500.00 73,500.00 102,200.00 128,200.00 284,000.00
Ekspor, ton 281,235.00 204,035.00 161,823.00 230,231.00 196,264.00 264,458.00 158,819.00
Impor, ton 11,952.80 20,171.00 75,000.00 48,286.00 112,588.00 173,079.00

Source: Central Bureau of Statistics

Potensi

Prediksi Harga perak 2010 – 2011

Anda harus merencanakan ke depan untuk tetap optimis.Banyak orang dalam perkiraan harga perak akan melambung tinggi pada akhir 2010 dan awal tahun 2011, sama seperti yang terjadi pada 1970-an. Tentunya anda telah mendengar prediksi seperti sebelumnya, tapi fakta yang fundamental tetap kokoh untuk perak karena masih sangat undervalued kalau mengacu pada sejarah, dan undervalue bahkan terhadap emas. Sementara itu emas telah mendapatkan banyak perhatian dari investor ritel, berkat dorongan terpadu oleh semua pihak di TV, Talk Radio dan Internet. Bahkan Yahoo! pada halaman depan harga emas di pajang pada Market Summary . Namun perak tetap tidak jelas, yang melestarikan relatif sedikit investor yang kontra dengan media, sekarang ini harga perak dalam tahap peralihan menyaingi atau melebihi dari tahun 1970-an.

Perak saat ini bernilai kurang dari $ 17,75 per troy ounce dan berada di $ 20,88 per ounce pada Maret 2008. Setelah 18 bulan periode koreksi dan konsolidasi, harga perak tampak masuk ke tantanan yang tinggi, di bulan-bulan mendatang. Prediksi kami tetap bahwa kemungkinan harga perak untuk tahun 2010 dan 2011 sedemikian tinggi sehingga akan melebihi tingginya inflasi $ 48,70 per Troy ons dan harga dapat  berkisar mencapai $ 55 sampai $ 65 pada tahun-tahun mendatang.

Mengapa perak di pasar international diprediksi dengan harga tertinggi? Dalam beberapa tahun terakhir, emas dan perak telah melebihi performa ekuitas dan real estat.  Karena sangat fundamental, tren ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Ramalan untuk harga perak pada tahun 2010 dan 2011 didasarkan pada:
– Meningkatnya makroekonomi global, mata uang dan risiko geopolitik
– Peran Perak dalam sejarah sebagai uang dan penyimpan nilai
-Permintaan industri signifikan
– Investasi tumbuh signifikan dan permintaan

Emas, minyak, batubara, dan komoditas utama lainnya mendekati rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan dan rendahnya pasokan, risiko geopolitik dan kekhawatiran mengenai munculnya inflasi dan stagflasi – semua itu mengindikasikan ke harga perak yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Perkiraan harga perak menurut riset kurang lebih berjumlah 2,2 miliar ons perak di dunia pada tahun 1900. Walaupun mungkin terdengar sangat besar, Hari ini, ada kurang dari 1 milyar ons perak di atas tanah tambang. Lebih dari 90% dari semua perak yang pernah ditambang, telah dikonsumsi oleh fotografi global, teknologi, medis, pertahanan dan industri elektronik.

Sementara kelahiran fotografi digital pasti berkurang penggunaan perak di industri foto, yang didasarkan pada proyeksi arus dan kecenderungan penawaran dan permintaan, jumlah perak di atas tanah tambang jumlahnya mengecil karena permintaan telah melebihi pasokan bagi sebagian besar pertambangan sampai 20 tahun terakhir.  Namun di dunia investasi hampir tidak ada yang menyadari fakta penting ini.

Mengapa harga perak tidak naik? Kami tidak percaya pada teori konspirasi. Peningkatan permintaan telah dipenuhi oleh pemerintah setempat dari persediaan yang ada, meskipun saat ini jumlah persediaan akan semakin menipis. Mereka termasuk Amerika Serikat, Cina, Rusia dan India cadangan. Sekarang 80% dari perak telah ditambang sebagai produk sampingan lainnya logam dasar seperti tembaga, nikel, seng dan timah. Dalam hal stagflationary global atau deflasi lambatan, Anda tidak bisa mengharapkan para penambang logam untuk meningkatkan produksi demi besarnya permintaan perak sebagai produk inti yang kemungkinan akan habis, dengan demikian semakin mengurangi pasokan ditambang perak.

Hanya ada beberapa tambang perak murni yang tersisa, semua dengan cadangan semakin menipis. Penawaran tidak fleksibel ini berarti bahwa kita tidak bisa mengharapkan pasokan tambang signifikan untuk menekan kenaikan harga. Semua fakta ini menggambarkan keadaan yang unik untuk perak.

Perak saat ini digunakan lebih dari sebelumnya dalam aplikasi tradisional seperti Perhiasan, cermin, baterai, peralatan medis dan peralatan listrik serta yang lebih baru seperti ponsel, televise layar datar, laptop dan perangkat modern lainnya berteknologi tinggi. Bahkan kini perak sedang digunakan dalam berbagai jenis aplikasi medis antimikroba dan antibakteri yang berkualitas.Ada banyak proyek-proyek penelitian yang sedang berlangsung penggunaan senyawa berbasis perak untuk tujuan terapi dan antibakteri. Peningkatan permintaan dan aplikasi industri menyebabkan perak harga yang lebih tinggi seperti pertumbuhan ekonomi di Cina, India, Vietnam, dan Brasil. Mereka tumbuh kelas menengah kini menuntut kualitas hidup berstandar Barat dan dengan demikian permintaan perak kemungkinan akan meningkat.

Jadi prediksi harga perak untuk tahun 2010 dan 2011 didasarkan pada fakta bahwa ini adalah logam yang unik baik dalam hal moneter maupun industri logam. Perak dengan harga kurang dari $ 17/oz hari ini. Rata-rata harga nominal perak pada tahun 1979 dan 1980 adalah $ 16,39 per ons sampai $ 21,80 per ons.Pada hari ini bila dolar disesuaikan dengan inflasi pada tahun 1979 dan 1980 harga rata-rata sekitar dan $ 44 per ons sampai dengan $ 60 per ons. Ditambah dengan naiknya harga emas,  komplikasi geopolitik, pernah menurunnya nilai uang kertas dan berkurangnya pasokan perak, yang tampaknya ramalan tentang menggilanya harga perak tidak bisa lebih menggila lagi.

sumber : dari berbagai sumber

Pudarnya Pesona Cleopatra

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai.

Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis -garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!

Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia. Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku.

Hari terus berjalan, tetapi komunikasi Kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku. Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. ” Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. ” Biasanya dikerokin” jawabku lirih. ” Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.

Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.” Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. ” Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”. Aku mempersiapkan segalanya. Tepat pukul 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian. Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba ” Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. ” Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya. Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra. ” Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ” Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”. Hana begitu bahagia.

Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun.

Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini. Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan Kami. Benar dugaan Raihana, Kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. ” Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia. Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada Kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ” Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah Kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.

Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya” Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. ” Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku. Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, ” Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”.

Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir. Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh. Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani . “Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi. “Alhamdulillah, sudah” jawabku. ” Dengan orang mana?. ” Orang Jawa”. ” Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”. “Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”. ” Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”. ” Kenapa dengan Bapak?” ” Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”. ” Bagaimana itu bisa terjadi?”. ” Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia. Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup Kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak Kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali Yasmin tidak bisa. Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya ingin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir. Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. ” Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”. Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”.

Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku. “Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba” tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa” Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau”. Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata.

Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. ” Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. ” Raihana…istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya” . ” Ada apa dengan dia”. ” Dia telah tiada”. ” Ibu berkata apa!”. ” Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya” . Hatiku bergetar hebat. ” kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”. ” Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar Kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal Kami sangat sedih, Jadi Maafkanlah Kami”.

Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira. Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua …….. Sumber : Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra ( Novel Psikologi Islam Pembangun Jiwa ) Karangan : Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Novel best seller Ayat-ayat cinta)

All about Ricardo Kaká

Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Brasília, 22 April 1982; umur 27 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Real Madrid (bergabung tahun 2009; sebelumnya pada 2003-2009 di A.C. Milan). Kaká umumnya bermain di posisi gelandang serang ataupun penyerang. Ia dikenal mempunyai dribble yang sangat baik serta umpan-umpan yang akurat. Tinggi badannya ialah 186 cm.

Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

Masa kecil

Kaká dilahirkan di Brasília, Brazil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.

Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama “Ricardo” di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata “Ricardo” ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya “Caca” yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.

Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada karirnya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di arakan keatas ,bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.

Karir klub

Kaká dengan AC Milan

Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun, ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam, dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17 tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.

Dia bergabung dengan AC Milan dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.

Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan di belakang striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.

Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona, karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.

Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan hingga 2011.

Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1 melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.

Kemudian pada tanggal 8 Juni 2009, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak 6 tahun, dengan nilai transfer yang diperkirakan sekitar 65 Juta Poundsterling.

Tim nasional

Kaká di timnas Brasil

Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan “Jesus Loves You–Yesus mencintaimu” dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brazil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brazil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.

Piala Dunia 2012

Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká tidak mencetak gol di menit ke-99 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brazil meraih kemenangan 9-0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari “magic kentut” – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Kehidupan pribadi dan agama

Kaká dengan Caroline Celico

Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brazil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.

Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.

Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, keukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà terkadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Serba-Serbi

  • Kaká adalah anggota organisasi “Athletes of Christ”.
  • Dalam bahasa Italia, bahasa bekas klubnya (AC Milan), padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brazil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
  • Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
  • Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
  • Moto hidup Kaká adalah “I belong to Jesus” dan “God is faithful”, yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.

Prestasi

Klub

Internasional

Prestasi individu

  • Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brazil), 2002
  • UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
  • Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
  • Ballon d’Or (2007)

 

Sumber : Wikipedia Indonesia

KONFLIK AGAMA

  1. Sebutkan beberapa contoh konflik antaragama yang pernah terjadi di Indonesia! Menurutmu, mengapa itu sering terjadi di Indonesia?

Contoh konflik

–        Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10,000 massa di Situbondo karena adanya konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman.

–        Adanya bentrok di kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) dengan masyarakat setempat hanya karena kesalahpahaman akibat kecurigaan masyarakat setempat terhadap salah seorang mahasiswa SETIA yang dituduh mencuri, dan ketika telah diusut Polisi tidak ditemukan bukti apapun. Ditambah lagi adanya preman provokator yang melempari masjid dan masuk ke asrama putri kampus tersebut. Dan bisa ditebak, akhirnya meluas ke arah agama, ujung-ujungnya pemaksaan penutupan kampus tersebut oleh masyarakat sekitar secara anarkis.

–        Perbedaan pendapat antar kelompok – kelompok Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) dan Muhammadiyah.

–        Perbedaan penetapan tanggal hari Idul Fitri, karena perbedaan cara pandang masing – masing umat.

KONFLIK POSO

Ada fakta sejarah yg sangat menarik bahwa gerakan kerusuhan yg dimotori oleh umat Kristen di mulai pada awal Nopember 1998 di Ketapang Jakarta Pusat dan pertengahan Nopember 1998 di Kupang Nusa Tenggara Timur kemudian disusul dgn peristiwa penyerengan umat Kristen terhadap umat Islam di Wailete Ambon pada tanggal 13 Desember 1998. Dan 2500 massa Kristen di bawah pimpinan Herman Parino dgn bersenjata tajam dan panah meneror umat Islam di Kota Poso Sulawesi Tengah pada tanggal 28 Desember 1998. Apakah peristiwa ini realisasi dari pidato Jendral Leonardo Benny Murdani di Singapura dan ceramah Mayjend. Theo Syafei di Kupang Nusa Tenggara Timur? Tetapi yg jelas Presiden B.J. Habibie yg menurut L.B. Murdani lbh berbahaya dari gabungan Khomaeni Saddam Husein dan Khadafi baru berkuasa 6 bulan saja sehingga perlu digoyang dan kalau perlu dijatuhkan. Apabila fakta-fakta ini dikembangkan dgn lepasnya Timor-Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka serta tulisan Huntington 1992 setelah Uni Sovyet yg menyatakan bahwa musuh yg paling berbahaya bagi Barat sekarang adl adalah umat Islam; dan tulisan Jhon Naisbit dalam bukunya Megatrend yg menyatakan bahwa Indonesia akan terpecah belah menjadi 28 negara kecil-kecil; maka dapat disimpulkan bahwa peristiwa kerusuhan-kerusuhan tersebut adl suatu rekayasa Barat-Kristen utk menghancurkan umat Islam Indonesia penduduk mayoritas mutlak negeri ini. Kehancuran umat Islam Indonesia berarti kehancuran bangsa Indonesia dan kehancuran bangsa Indonesia berarti kehancuran/kemusnahan Negara Kesatuan Republik Indonesia . Oleh krn itu penyelesaian kerusuhan/konflik Indonesia khususnya Poso tidak sesederhana sebagaimana yg ditempuh oleh Pemerintah RI selama ini sehingga tiga tahun konflik itu berlangsung tidak menunjukkan tanda-tanda selesai malah memendam “bara api dalam sekam”. Hal ini bukan saja ada strategi global di mana kekuatan asing turut bermain tetapi ada juga ikatan agama yg sangat emosional turut berperan. Sebab agama menurut Prof. Tilich “Problem of ultimate Concern” sehingga tiap orang pasti terlibat di mana obyektifitas dan kejujuran sulit dapat diharapkan. Karenanya penyelesaian konflik Poso dgn dialog dan rekonsiliasi bukan saja tidak menyelesaikan konflik tersebut sebagaimana pernah ditempuh tetapi malah memberi peluang kepada masing-masing pihak yg berseteru utk konsolidasi kemudian meledak kembali konflik tersebut dalam skala yg lbh luas dan sadis. Konflik yg dilandasi kepentingan agama ditambah racun dari luar apabila diselesaikan melalui rekonsiliasi seperti kata pribahasa bagaikan membiarkan “bara dalam sekam” yg secara diam-diam tetapi pasti membakar sekam tersebut habis musnah menjadi abu.

Pada tanggal 28 Desember 1998 Herman Parino membawa jemaahnya sebanyak 1.000 orang utk memasuki Kota Poso tetapi dicegah oleh Polisi Brimob akibatnya mereka berpencar di luar Kota Poso sebagian dari jemaat gereja meyerang Ummat Islam di desa Buyung Katedo Kecamatan Lage Poso Kabupaten Poso. Penyerangan ini membunuh warga Muslim dan membakar rumah-rumah orang-orang Islam. Jemaat gereja yg masih berkeliaran di luar Kota Poso merasa belum puas terhadap penyerangan desa Buyung Katedo pada tanggal 27 Mei 2000 maka mereka menyerang kembali umat Islam di desa tersebut pada tanggal 3 Juli 2000 dgn jalan membunuh dgn sadis anak-anak wanita-wanita dan orang-orang tua sebanyak 14 orang. Kemudian membakar masjid dan rumah-rumah yg masih tersisa.

Dalam peningkatan konsolidasi umat Kristen Gereja Kristen Sulawesi Tengah membentuk Crisis Centre GKST dipimpin oleh Pendeta Renaldy Damanik. Tidak lama setelah Crisis Centre berdiri maka umat Kristen menyerang Pondok Pesantren Walisongo di desa Sintuwu Lemba Poso dgn membantai umat Islam dan membakar pondok Pesantren tersebut.

Pada tanggal 6 Agustus 2001 171 orang delegasi Pendeta Kristen yg tergabung dalam Gereja Kristen Sulawesi Tengah mendatangi Pemerintah Daerah Kabupatan Poso utk menuntut supaya Kabupaten Poso dibagi dua 50 % utk umat Kristen dan 50 % utk ummat Islam.

Sesuai dgn janji umat Kristen bahwa ummat Islam boleh kembali de daerah-daerah yg dikuasai umat Kristen seperti kecamatan Tentena Poso dgn aman dan selamat; maka Drs. Hanafi Manganti pulang ke daerah Tentena ternyata ia dibunuh dgn sadis; dan bersamanya terbunuh pula seorang wanita muslimah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 6 Agustus 2001.

Pada tanggal 20 Agustus 2001 umat Islam yg sedang memetik cengkeh di kebunnya di desa Lemoro Kecamatan Tojo Kabupaten Poso diserang oleh 50-60 orang umat Kristen yg berpakaian hitam-hitam membunuh dua orang Muslim dan mengobrak-abrik rumah-rumah orang Islam. Pengungsi Laporan US Comitte of Refugees tentang Indonesia yg diterbitkan Januari 2001 menyebutkan dalam kerusuhan/konflik Poso yg terjadi selama tiga tahun belakangan ini pihak Muslim telah menderita secara tidak seimbang. Dalam laporan itu disebutkan jumlah pengungsi akibat konflik Poso kini sebanyak hampir 80.000 orang dan diperkirakan 60.000 orang adl Muslim.

Para pengungsi ini hidup menderita tanpa kejelasan masa depan mereka; dan mereka kehilangan hak-haknya berupa tanah kebun coklat cengkih kopra rumah harta benda bahkan nyawa sanak-saudaranya. Bantuan makanan obat-obatan sangat terbatas sehingga penyakit senantiasa menghantui mereka. Bantuan hukum umtuk meminta keadilan praktis tidak ada. Bahkan nyawa mereka terancam tiap saat karena diserang pasukan kelelawar Merah .

Pendapat kami mengenai konflik yang sering terjadi di Indonesia

Terjadinya konflik tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

–          Karena tidak adanya keampuhan Pancasila dan UUD 45 yang selama ini menjadi pedoman bangsa dan negara kita mulai digoyang dengan adanya amandemen UUD 45 dan upaya merubah ideologi negara kita ke ideologi agama tertentu.

–          Kurangnya rasa menghormati baik antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya ataupun sesama pemeluk agama.

–          Adanya kesalahpahaman yang timbul karena adanya kurang komunikasi antar pemeluk agama.

  1. Mengapa konflik antaragama lebih sulit diatasi dibandingkan dengan konflik yang lain? Jelaskan!

Menurut Jusuf Kalla, konflik suku dapat didamaikan secara adat, sedangkan konflik karena kepentingan politik bisa diatasi dengan memberi konsesi. Kedua konflik ini bisa selesai dengan cepat dan tidak menimbulkan bekas yang mendalam. Berbeda dengan konflik agama yang sangat sulit diatasi tanpa kesadaran yang timbul dari hati nurani kita para pemeluk agama. Konflik antaragama dapat meninggalkan bekas yang mendalam, dan tidak seorang pun dapat bersikap netral dalam mengatasi konflik tersebut.

  1. Sebutkan beberapa upaya konkret yang dapat diwujudkan untuk mengantisipasi konflik yang disebabkan oleh perbedaan agama !

Usaha yang perlu ditempuh antara lain :

–          Menurut Jusuf Kalla, dalam menangani konflik antaragama, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah saling mentautkan hati di antara umat beragama, mempererat persahabatan dengan saling mengenal lebih jauh, serta menumbuhkan kembali kesadaran bahwa setiap agama membawa misi kedamaian.

–          Tidak memperkenankan pengelompokan domisili dari kelompok yang sama didaerah atau wilayah yang sama secara eksklusif. Jadi tempat tinggal/domisili atau perkampungan sebaiknya mixed, atau campuran dan tidak mengelompok berdasarkan suku (etnis), agama, atau status sosial ekonomi tertentu.

–          Masyarakat pendatang dan masyarakat atau penduduk asli juga harus berbaur
atau membaur atau dibaurkan.

–          Segala macam bentuk ketidakadilan struktural agama harus dihilangkan atau
dibuat seminim mungkin.

–          Kesenjangan sosial dalam hal agama harus dibuat seminim mungkin, dan sedapat – dapatnya dihapuskan sama sekali.

–          Perlu dikembangkan adanya identitas bersama (common identity) misalnya kebangsaan (nasionalisme-Indonesia) agar masyarakat menyadari pentingnya persatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Perlu dicari tokoh masyarakat yang dipercaya dan/ atau dihormati oleh pihak-pihak yang berkonflik, untuk berusaha menghentikan konflik (conflict intervention), melalui lobi-lobi, negosiasi, diplomasi. Hal ini merupakanusaha peace making.

Dalam usaha untuk mengembangkan adanya perdamaian yang lestari, atau adanya rekonsiliasi, maka metode yang dipakai oleh pihak ketiga sebaiknya adalah mediasi dan bukan arbitrase. Dalam arbitrase, pihak ketiga (pendamai) yang dipercaya oleh pihak-pihak yang bertentangan/berkonflik itu, setelah mendengarkan masing-masing pihak mengemukakan masalahnya, maka si arbitrator “mengambil keputusan dan memberikan solusi atau penyelesaiannya, yang “harus” ditaati oleh semua pihak yang berkonflik.

Penyelesaian konflik melalui jalan arbitrase mungkin dapat lebih cepat diusahakan, namun biasanya tidak lestari. Apalagi kalau ada pihak yang merasa dirugikan, dikalahkan atau merasa bahwa kepentingannya belum diindahkan.

Sebaliknya, mediasi adalah suatu cara intervensi dalam konflik, di mana mediator (fasilitator) dalam konflik ini juga harus mendapat kepercayaan dari pihak yang berkonflik. Tugas mediator adalah memfasilitasi adanya dialog antara pihak yang berkonflik, sehingga semuanya dapat saling memahami posisi maupun kepentingan dan kebutuhan masing-masing, dan dapat memperhatikan kepentingan bersama.

Jalan keluar atau penyelesaian konflik harus diusulkan oleh atau dari pihak-pihak yang berkonflik. Mediator sama sekali tidak boleh mengusulkan atau memberi jalan keluar/penyelesaian, namun dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu pihak-pihak yang berkonflik untuk dapat mengusulkan atau menemukan jalan penyelesaian yang dapat diterima oleh semua pihak. Mediator tidak boleh memihak, harus “impartial”, tidak bias, dsb.

Mediator harus juga memperhatikan kepentingan-kepentingan stakeholders, yaitu mereka yang tidak terlibat secara langsung dalam konflik, tetapi juga mempunyai kepentingan-kepentingan dalam atau atas penyelesaian konflik itu. Kalau stakeholders belum diperhatikan kepentingannya atau kebutuhannya, maka konflik akan dapat terjadi lagi, dan akan meluas serta menjadi lebih kompleks dan dapat berlangsung dengan berkepanjangan.

Mengembangkan kegiatan pendamaian itu tidak mudah. Ada beberapa tahapan atau perkembangan yang dapat kita amati yaitu:

a) Peace making (conflict resolution) yaitu memfokuskan pada penyelesaian masalah – masalahnya (isunya: persoalan tanah, adat, harga diri, dsb.) dengan pertama-tama menghentikan kekerasan, bentrok fisik, dll. Waktu yang diperlukan biasanya cukup singkat, antara 1-4 minggu.

b) Peace keeping (conflict management) yaitu menjaga keberlangsungan perdamaian yang telah dicapai dan memfokuskan penyelesaian selanjutnya pada pengembangan/atau pemulihan hubungan (relationship) yang baik antara warga masyarakat yang berkonflik. Untuk itu diperlukan waktu yang cukup panjang, sehingga dapat memakan waktu antara 1-5 tahun.

c) Peace building (conflict transformation). Dalam usaha peace building ini yang menjadi fokus untuk diselesaikan atau diperhatikan adalah perubahan struktur dalam masyarakat yang menimbulkan ketidak-adilan, kecemburuan, kesenjangan, kemiskinan, dsb. Waktu yang diperlukan pun lebih panjang lagi, sekitar 5-15 tahun.

Konflik antarumat beragama itu di Indonesia akhir-akhir ini rupa-rupanya sengaja dibuat atau direkayasa oleh kelompok tertentu atau kekuatan tertentu untuk menjadikan masyarakat tidak stabil. Ketidakstabilan masyarakat ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan politis maupun ekonomis, oleh berbagai pihak. Hal ini sangat berbahaya, karena konflik horizontal dapat dimanipulasi menjadi konflik vertikal, sehingga menimbulkan bahaya separatisme dan disintegrasi nasional atau disintegrasi bangsa.

Untuk menghadapi masalah-masalah konflik dengan kekerasan yang melibatkan umat berbagai agama dalam suatu masyarakat, diperlukan sikap terbuka dari semua pihak, dan kemampuan untuk memahami dan mencermati serta menganalisa sumber-sumber konflik. Demikian juga diperlukan adanya saling pengertian dan pemahaman kepentingan masing-masing pihak, agar dapat mengembangkan dan melihat kepentingan bersama yang lebih baik sebagai prioritas, lebih daripada kepentingan masing-masing pihak yang mungkin bertentangan.

  1. Jelaskan pengaruh faktor sistem pendidikan di Indonesia terhadap munculnya berbagai konflik dengan disertai beberapa contoh !

Menurut Burhanuddin, guru besar dalam bidang perbandingan agama dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, beberapa tahun belakangan pola pembinaan terhadap pendidikan di Indonesia cenderung diskriminatif, yaitu dengan mengembangkan konsep sekolah – sekolah unggulan secara struktural. Dan diskriminasi dalam dunia pendidikan dapat menjadi salah satu pemicu konflik.

Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara.

Air berubah dalam tiga wujud menurut waktu dan tempat, yakni dalam bentuk padat, air sebagai cairan, air sebagai uap seperti gas. Umumnya volume benda mengecil atau mengkerut bila suhunya rendah, tetapi air mempunyai volume yang minimum pada suhu 40° C, lebih rendah dari 40° C volumenya agak membesar lagi. Pada proses pembekuan, volume es bertambah menjadi 1/11 kali lebih besar dari volume air semula. Karena itulah es mempunyai densitas yang lebih rendah dari pada air, dan mengapung di permukaan air.

Air mudah mengembang dan mengkerut karena perubahan suhu. Tetapi volumenya hanya berubah 5.10-5 kali tekanan 1 atmosfer. Air mempunyai kapasitas menahan panas yang sangat besar, artinya kalor cair dan kalor uapnya cukup besar. Sifat ini mengurangi variasi temperatur. Demikian pula air mudah melarutkan banyak bahan, sehingga air sungai banyak menandung bahan-bahan yang menumpuk daerah yang dialirinya.

Air di bumi mengulangi terus menerus sirkulasi: penguapan, presipitasi, dan keluar dari tanah. Sirkulasi ini sering disebut dengan siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.

Siklus hidrologi merupakan fenomena yang terutama terjadi di atmosfer dan digerakkan oleh panas dari Matahari yang menguapkan air dari samudera dan daratan (Gambar 4A). Uap air yang dihasilkan bergerak naik masuk ke atmosfer dan kemudian bergerak bersama aliran udara. Dalam perjalanannya bersama aliran udara, beberapa bagian uap air mengalami kondensasi dan kemudian mengalami presipitasi dalam bentuk hujan atau salju dan kembali ke samudera atau daratan Gambar 4B. Air hujan yang jatuh ke daratan dapat mengalir masuk kedalam aliran sungai, meresap ke dalam tanah, atau menguap kembali ke udara untuk bergerak kembali dalam siklus. Sebagian air yang di dalam tanah diserap oleh tanaman, dan kemudian mengembalikan air itu ke atmosfer melalui daun dengan proses transpirasi. Salju dapat tetap berada di daratan selama satu atau dua musim dan bisa lebih lama hingga mencair dan airnya mengalir meninggalkan salju. Berbagai reservoir dan alur pergerakan air dalam siklus hidrologi adalah seperti pada Gambar 4C.

Gambar 4A. Siklus hidrologi (panah abu-abu) dan energi Matahari (panah putih). Sumber: Ingmanson dan Wallace (1985).

Gambar 4B. Siklus hidrologi dan transfer material tahunan. Sumber: Duxbury et al. (2002).

Gambar 4C. Siklus hidrologi. Menggambarkan proses dan pergerakan air dari reservoir satu ke reservoir yang lain. Sumber: Skinner dan Porter (2000).

Siklus hidrologi dibedakan menjadi 3, yaitu :

1) Siklus pendek

Dalam siklus pendek, air laut mengalami pemanasan dan menguap menjadi uap air. Pada ketinggian tertentu uap air mengalami kondensasi menjadi awan. Bila butir-butir embun air itu cukup jenuh dengan uap air, hujan akan turun di atas permukaan laut.

2) Siklus sedang

Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin menuju ke daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan di atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan dan sebagainya hingga kembali lagi ke laut.

3) Siklus panjang

Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke lautan.

Hidrosfer di muka bumi selanjutnya akan dikelompokkan menjadi dua, yaitu perairan darat dan perairan laut. Namun, pada bahasan kali ini, hanya akan membahas mengenai perairan darat.

1) Perairan Darat

Perairan darat ialah sejumlah massa air yang terdapat didaratan, yang ada dibawah permukaan bumi, yang tergenang dan yang mengalir di permukaan bumi.

Perbandingan antara banyaknya air yang meresap dan mengalir di permukaan bumi dipengaruhi oleh :
1. jumlah curah hujan yang ada
2. kekuatan jatuhnya butiran air hujan
3. lamanya curah hujan
4. penutupan vegetasi di permukaan bumi
5. derajat permeabilitas yaitu ukuran kemampuan bahan untuk ditembus air
6. kemiringan topografi
7. porositas yaitu persen volume ruang kosong suatu bahan lapisan

Perairan darat yang dibentuk oleh alam adalah :

a) Air Tanah

Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanah berasal dari salju, hujan atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tertampung pada lapisan kedap air. Air tanah berjumlah sekitar 0,62 % dari hidrosfer. Pada umumnya air tanah berasal dari air hujan yang meresap melalui media peresapan yaitu :
a. pori-pori tanah.
b. retakan-retakan lapisan tanah.
c. rongga-rongga yang dibuat oleh binatang.
d. rongga-rongga akibat robohnya tumbuhan yang berakar besar.
e. rongga akibat pencairan kristal yang membeku pada musim dingin.

Proses penguapan pada air tanah, yaitu :
a. penguapan langsung melalui pori-pori tanah (evaporasi).
b. penguapan tidak langsung melalui permukan daun (transpirasi).

Berdasarkan tempatnya, air tanah dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. a. Zona penjenuhan dan zona aerasi

Zona penjenuhan adalah daerah dimana semua pori-pori bebatuan berisi air. Batas antara zona penjenuhan dengan zona tak jenuh dinamakan meja air (water table) atau muka air tanah. Zona tak jenuh disebut juga zona aerasi terletak diatas meja air dan berisi sedikit atau tidak ada sama sekali air.

  1. b. Zona tanah dangkal dan air tanah dalam

Terletak diatas zona aerasi dan umumnya hanya ada pada saat musim hujan. Sedangkan air tanah dalam (ground water) adalah air tanah yang terdapat dalam zona aerasi dan zona penjenuhan.

i)                    Air tanah dangkal

Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.

ii)                  Air tanah dalam

Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Air artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya disebut sumur artesis.

Sumur artesis terjadi jika aquifer yang berpangkal pada tempat yang tinggi berada diantara dua lapisan batuan kedap air yang miring. Aquifer adalah suatu lapisan permeabel dimana air tanah bergerak melaluinya. Di aquifer biasanya sering dijumpai mata air, yaitu suatu aliran air tanah yang keluar secara alami pada permukaan bumi karena pengaruh gravitasi.

b) Air Permukaan

Air permukaan adalah wadah air yang terdapat di permukaan bumi. Bentuk air permukaan meliputi sungai, danau, rawa, dan gletser.

(i) Sungai

Yaitu aliran air tawar dari sumber alami di daratan dan bermuara ke danau, laut, samudera atau sungai lain yang lebih besar dan merupakan air hujan atau mata air yang mengalir secara alami melalui suatu lembah atau diantara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat lebih rendah.

Sungai terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  1. Bagian hulu sungai terletak di daerah yang relatif tinggi sehingga air dapat mengalir turun.
  2. Bagian tengah sungai terletak pada daerah yang lebih landai.
  3. Bagian hilir sungai terletak di daerah landai dan sudah mendekati muara sungai.

Jenis – jenis sungai

  • Sungai hujan adalah sungai yang berasal dari hujan.
  • Sungai gletser adalah sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan es yang mencair.
  • Sungai campuran adalah sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang mencair.
  • Sungai permanen adalah sungai yang airnya relatif tetap.
  • Sungai periodik adalah sungai dengan volume air tidak tetap.

Berdasarkan letak alirannya :

  1. Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan tanah.
  2. Sungai yang seluruhnya mengalr dibawah permukaan tanah misalnya didaerah kapur (karst).
  3. Sungai yang sebagian mengalir di permukaan tanah dan sebagian lagi dibawah permukaan tanah.

Berdasarkan struktur batuan yang dilewatinya sungai dibagi atas :

  1. Sungai Antiseden : Sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan batuan yang dilaluinya. Misalnya bengawan Madiun di Jateng yang mengikis peg. Kendeng yang mengalami pengangkatan, atau sungai Oya yang mengikis Plateu Wonosari di Yogyakarta.
  2. Sungai Epigenesa : Sungai yang terus menerus mengikis batuan yang dilaluinya, sehingga mencapai daerah batuan asli, proses terjadinya ketika daerah itu mengalami penurunan sehingga timbulah sedimentasi.
  3. Sungai Konsekuen: sungai yang alirannya sesuai dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya. Banyak dijumpai pada peg, berumur muda. Misalnya sungai Progo di Jateng yang menuruni lereng gunung Merbabu.
  4. Sungai Subsekuen : sungai yang alirannya tegak lurus pad sungai konsekuen dan bermuara pada sungai konsekuen tersebut. Misalnya sungai Opak di Yogyakarta.
  5. Sungai Obsekuen: sungai yang arah alirannya berlawanan dengan arah kemiringan lapisan batuan daerah itu, dan merupakan anak dari sungai subsekuen.
  6. Sungai resekuen: sungai konsekuen yang timbul kemudian, merupakana anak sungai subsekuen dan searah dengan sungai konseken.
  7. Sungai insekuen: sungai yang arah alirannya tidak teratur.

Pola aliran sungai :

  1. Pola aliran radial (menjari)

Terdiri dari pola aliran radial sentrifugal (pola aliran yang meninggalkan pusat) dan pola aliran radial sentripetal (pola aliran yang menuju ke pusat). Biasanya terdapat didaerah basin atau ledokan yang mempunyai outlet (sudetan keluar).

  1. Pola aliran dendritik

Pola aliran yang tidak teratur yang biasanya terdapat di dataran atau pantai dan plateau.

  1. Pola aliran trelis

Pola aliran berbentuk sirip daun atau trelis yang terdapat pada pegunungan lipatan.

  1. Pola aliran rektanguler

Pola aliran berbentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku. Biasanya terdapat pada daerah patahan.

  1. Pola aliran anular

Pola ini pada awalnya merupakan aliran radial sentrifugal. Kemudian timbul sungai subsekuen. Obsekuen dan resekuan. Biasanya terdapat didaerah dome stadium dewasa.

Q = A . v

Sepanjang perjalanannya air sungai melakukan proses pengikisan, pengangkutan dan pengendapan. Erosi ke samping (lateral) menyebabkan lembah bertambah lebar dan membentuk kelokan-kelokan yang khas (setengah lingkaran) atau meander. Erosi vertikal menyebabkan sungai bertambah dalam. Pengendapan dimuara sungai akan membentuk delta apabila lautnya dangkal dan arusnya tidak terlalu kuat, sedangkan pengendapan di tepi lembah terjadi pada waktu banjir dan membentuk tanggul alam. Debit sungai berubah sejalan dengan perubahan kecepatan sungai. Debit sungai dirumuskan dengan :

Dimana Q = debit air (m3/detik), A = luas penampang sungai (m2) dan v = kecepatan aliran sungai.

(ii) Danau

Danau merupakan kumpulan air yang terdapat didaerah cekungan di permukaan bumi. Berdasarkan proses terjadinya, danau terbagi atas :

a. Danau bendungan, danau yang terbentuk karena aliran sungai terbendung secara alami oleh aliran lahar hasil letusan gunung berapi.

b. Danau vulkanik, danau yang terbentuk karena letusan gunung berapi, seperti danau kawah gunung Kelud, Batur dan Galunggung.

c. Danau tektonik, danau yang terbentuk karena patahan kerak bumi akibat aktivitas tenaga endogen.

d. Danau tekto-vulkanik, danau yang terbentuk karena gabungan tenaga tektonik dan vulkanik, seperti danau Toba.

e. Danau Karst, danau didaerah kapur karena pelarutan bagian permukaan kapur oleh air hujan. Cekungan didaerah karst disebut dengan dolina, dan sebuah dolina dapat berubah menjadi danau karst.

f. Danau glasial/es diderah es atau gletser.

(iii) Rawa

Merupakan dataran rendah yang selalu tergenang air biasanya terletak didaerah pantai yang landai dan umumnya ditandai oleh mangrove (hutan bakau) atau pohon nipah. Banyak terdapat didaerah pantai timur Sumatera, pantai barat dan selatan Kalimantan, pantai barat dan selatan Irian Jaya dan pantai bagian barat Cilacap (Jateng).

(iv) Gletser

Yaitu massa besar es berbutir, yang terbentuk dari penimbunan salju dan bergerak menuju ke bawah akibat gravitasi bumi, sambil menguap atau meleleh.

Ratna, begitu orang – orang biasa memanggilku. Aku adalah seorang siswi di salah satu SMA Negeri di Kota Solo. Aku pun senang mendengarkan musik. Dan pada suatu malam….. Baru saja berakhir, hujan di sore ini Menyisakan keajaiban, kilauan indahnya pelangi Tak pernah terlewatkan, dan tetap mengaguminya Kesempatan seperti ini, tak akan pernah bisa dibeli Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya Lawan keterbatasan, walau sedikit kemungkinan Tak akan menyerah untuk hadapi, hingga sedih tak mau datang lagi Bersamamu kuhabiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya Janganlah berganti…. Janganlah berganti…. Tetaplah seperti ini…. Janganlah berganti…. Janganlah berganti…. Tetaplah seperti ini…. Baru saja kudengar lantunan lagu yang berjudul “Sahabat Kecil” dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Ipang. Lagu tersebut menjadi soundtrack sebuah film berjudul “Laskar Pelangi” yang mengisahkan tentang persahabatan. Dan lagu tersebut mengingatkanku kepada sahabat terbaikku yang bernama Arya. Aku mengenalnya ketika aku masih berumur kurang lebih 11 tahun, saat aku masih kelas 5 SD. Pada waktu itu, dia adalah seorang murid pindahan dari daerah Sragen. Kemudian saat aku duduk di kelas 2 SMP, aku mulai menjalin persahabatan dengannya. Terkadang aku menceritakan semua masalah yang sedang ku alami kepadanya,dan dia selalu membantuku, tidak lupa dia selalu memberikan saran terbaik agar aku dapat menyelesaikan masalahku. Begitu pula dia terkadang menceritakan masalah yang sedang dia alami. Dia sahabat yang baik dan setia. Sayangnya, saat kami naik kelas 3 SMP, aku dipindah kelas dari kelas D ke kelas B, sehingga kami sudah tidak satu kelas lagi. Walaupun begitu, kami tetap bersahabat. Tidak terasa, Ujian Akhir Sekolah pun tiba. Pada hari ke dua Ujian Akhir Sekolah, kabar mengejutkan datang darinya. Saat itu kurang lebih jam 12 malam, tiba – tiba handphoneku berbunyi dan ternyata Arya mengirim sms untukku. Dari : Arya Rat,, Untuk : Arya Ada apa, Ar?? Dia kemudian membalas… Dari : Arya Aku kangen sama kamu.. Untuk : Arya Iya… aku juga kangen sama kamu. Udah lama ya, kita nggak ketemu. Udah malem gini, kok kamu belum tidur? Kamu lagi ngapain? Dari : Arya Aku nggak bisa tidur, Rat… Ini aku masih dirawat sama ayahku. Untuk : Arya Dirawat??? Emangnya kamu kenapa??? Dari : Arya Lhoh??? Emangnya kamu belum tau ya??? Aku kecelakaan, Rat… Aku dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo kamar Anggrek nomer 1. Keadaanku lumayan parah. Tadi kesrempet mobil waktu perjalanan pulang dari sekolah. Gigi depanku patah semua. Tulang rahang bawahku, juga ada yang retak. Dan mulutku dapet 8 jaitan dari dokter. Setelah mendapat kabar darinya, aku benar – benar terkejut. Tidak ku sangka sahabatku mendapatkan musibah. Padahal beberapa hari sebelumnya, aku sempat memimpikannya. Di mimpiku, dia menangis di depanku, entah ada masalah apa. Mungkin itu sebuah firasatyang aku rasakan, namun sayang aku tidak menyadarinya. Kemudian ku balas sms darinya… Untuk : Arya Aduh…. Kok bisa sih??? Maaf banget, aku nggak tau kalo kamu kecelakaan… nggak ada yang kasih tau aku, tentang kamu… Ya sudah, lebih baik kamu istirahat aja dulu, biar keadaanmu agak baikan. Dari : Arya Iya… Makasih ya, Rat… Jangan lupa, disempetin jenguk aku di rumah sakit ya… Untuk : Arya Iya… Pasti Ar,, Met malem… Pagi hari saat mengerjakan soal Ujian Akhir Sekolah, aku sama sekali tidak bisa konsentrasi ke soal di depanku. Aku masih memikirkan bagaimana keadaan Arya. Satu minggu berlalu, aku telah menyelesaikan Ujian Akhir Sekolahku dan aku pun belum menjenguk Arya di rumah sakit. Aku sangat merasa bersalah dan aku sempat berpikir, “ Sahabat macam apa aku ini? Arya sedang dirawat di rumah sakit, namun sebagai sahabat terdekatnya, aku belum juga bisa menjenguknya.” Sepulang dari sekolah, aku pergi menjenguk Arya. Sesampainya di sana, aku bisa melihatnya terbaring di atas tempat tidur rumah sakit, dengan tubuh penuh luka, terutama wajahnya. Tak lupa dengan selang infus ditangannya. Dia terlihat sangat senang ketika melihat kedatanganku. “ Maaf ya, Ar. Aku baru bisa datang menjenguk,” kataku kepadanya. “ Ah, nggak apa – apa, Rat. Aku ngerti, kamu pasti sibuk.” dijawabnya sambil tersenyum. “ Bagaimana keadaanmu? Udah agak baikan?” “ Ya, Alhamdulillah, Rat. Tapi aku masih belum boleh makan nasi. Rahangku yang abis dioperasi ini nggak boleh kena makanan dulu, biar nggak kena kuman. Soalnya ntar kalo kena kuman, rahangku bisa infeksi.” “ Ouuhh… Trus, selama ini kamu makan apa aja?” tanyaku. “ Aku hanya boleh minum susu pengganti nasi dan makanan yang cair – cair gitu deh.” jawabnya dengan muka masam. “ Waduh….. Parah banget ya…” “ Iya.” Tiba – tiba dia diam sejenak, lalu berkata, “ Rat, aku pengen cakep kaya dulu lagi… Kira – kira luka di wajahku ini bisa ilang bekasnya, nggak ya???” Terharu aku mendengar perkataannya lalu aku menjawab, “ Insya Allah bisa Ar. Kamu mungkin harus rajin facial muka, biar mukamu bisa balik seperti dulu.” “ Hmmm… Iya deh.” Tak lama kemudian, aku berpamitan pulang. “ Ar, Aku pulang dulu ya.” “ Jangan dulu, Rat. Temenin aku sebentar lagi ya…” katanya dengan wajah memelas. “ Hmmm… baiklah. Kalo begitu aku akan menemanimu dulu.” kataku. “ Makasih ya, Rat.” katanya dengan wajah yang langsung berubah berseri – seri. Kebetulan di kamar rumah sakit tersebut, ada sebuah televisi, dan kami melihat televisi bersama. Saat hari sudah mulai beranjak sore, aku berpamitan pulang. Dia mengizinkan aku pulang, walaupun sepertinya dia sedih melepas kepergianku. Sebelum aku pulang, aku sempat berkata kepadanya, “ Tenang aja, Ar. Aku bakal tetep ada disamping kamu, saat kamu lagi butuh aku.” Dia pun tersenyum setelah aku mengatakan hal tersebut. Beberapa bulan kemudian, keadaan Arya sudah mulai kembali seperti dulu. Bekas luka di wajahnya pun, sudah tidak terlalu terlihat lagi. Kami sekarang sudah duduk di bangku SMA. Aku masuk ke SMA yang aku inginkan, begitu juga Arya. Walaupun kami bersekolah di sekolah yang berbeda, kami masih sering berhubungan lewat telephone. Persahabatan kami begitu indah. Ketika aku sedang bersedih, senyum Arya bisa membuatku merasa tidak sedih lagi. Ketika aku sedang kesepian, Arya selalu menemaniku. Dan ketika aku sedang merasa bahagia, Arya ikut merasakan kebahagiaanku. Begitu pula sebaliknya. Senang bisa mengenal dirinya dan bersahabat dengannya. Aku berharap persahabatan ini tidak akan pernah berakhir dan akan menjadi persahabatan untuk selamanya. November 3, 2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.